Kapolri Minta Warga tak Sepelekan Bom Panci

Nur Azizah - 17 Juli 2017 19:19 wib
Kapolri Jenderal Tito Karnavian--Metrotvnews.com/Ilham Wibowo
Kapolri Jenderal Tito Karnavian--Metrotvnews.com/Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepolisian meminta masyarakat tak menganggap sepele kasus bom panci. Bullying bom panci dianggap sebagai salah satu propaganda teroris.

"Itu hanya namanya saja bom panci, tapi dampaknya seperti granat," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta Pusat, Senin, 17 Juli 2017.

Tito lantas menceritakan tragedi di Boston pada 2013. Ratusan orang terluka dan puluhan lainnya tewas karena dua bom panci. Peristiwa tersebut kemudian difilmkan dan diberi judul Patriot Day.

"Kami sangat memahami ada perang propaganda. Mereka membuat tim siber untuk mengecilkan polisi. Tindakan positif akan diubah menjadi negatif," ujarnya.

Baca: Bom Panci Dinilai Lebih Simpel

Tak hanya itu, propaganda yang dilakukan teroris juga terkait mati syahid. Teroris yang tewas dianggap sudah mati syahid dan masuk surga.



Sedangkan, teror yang menimpa polisi akan dianggap sebagai rekayasa yang dilakukan polisi sendiri. Tito menuturkan, propaganda macam itu sengaja dibuat dan disebarluaskan. "Mereka sengaja mendesain itu. Kalau ada berita mereka yang positif pasti akan dieksploitasi," tuturnya.

Manta Kapolda Metro Jaya ini tak tinggal diam. Tito menyampaikan, polri sudah membentuk tiga tim khusus untuk menyisir akun-akun penyebar paham radikal dan kekerasan. "Kami punya tiga tim siber untuk investigasi untuk melacak dan menangkap mereka," pungkasnya.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TERORISME
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 26-09-2017