DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 46.708.723.881 (21 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Pengacara PT Aquamarine Divonis 2,5 Tahun Penjara

Damar Iradat - 12 Januari 2018 08:29 wib
Terdakwa kasus suap mantan panitera PN Jaksel Tarmizi, Akhmad Zaini. ANT/Sigid Kurniawan.
Terdakwa kasus suap mantan panitera PN Jaksel Tarmizi, Akhmad Zaini. ANT/Sigid Kurniawan.

Jakarta: Kuasa hukum PT Aquamarine Divindo Inspection, Akhmad Zaini divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Ia dijatuhi hukuman 2 tahun dan 6 bulan penjara serta denda sebesar Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan.

"Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan korupsi bersama-sama dan berlanjut," kata Hakim Ni Made Sudani saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 11 Januari 2018.

Dalam menjatuhkan hukuman, majelis hakim mempertimbangkan beberapa hal. Di antaranya yang memberatkan yakni, perbuatan Akhmad Zaini tidak mendukung program pemerintah dalam program pemberantasan korupsi.

Kemudian, perbuatan Akhmad Zaini yang berprofesi sebagai pengacara yang juga bagian komponen penegak hukum dan paham akan risiko telah mencoreng lembaga peradilan.

Sementara itu, pertimbangan yang meringankan di antaranya, Akhmad Zaini bertindak sopan selama persidangan, belum pernah dihukum, dan tidak berpenghasilan. Selain itu, ia juga masih memiliki tanggungan keluarga.

Vonis hakim ini lebih rendah dari tuntutan jaksa. Sebelumnya jaksa menuntut agar hakim memvonis Akhmad Zaini dengan hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider enam bulan kurungan.

Atas perbuatannya, Akhmad dinilai melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 Juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP.


(DRI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG SIDANG KORUPSI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 22-10-2018