DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 41.348.051.099 (17 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Boyamin Saiman jadi Saksi Meringankan Fredrich

Damar Iradat - 11 Mei 2018 19:21 wib
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. MI/Rommy Pujianto.
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Terdakwa Fredrich Yunadi menghadirkan dua saksi meringankan dalam sidang lanjutan perkara merintangi penyidikan kasus korupsi KTP-el. Salah satu saksi meringankan yang dihadirkan kubu Fredrich yakni Boyamin Saiman. 

Boyamin selaku Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mengaku sempat bersebrangan dengan Fredrich, bahkan bisa dibilang bermusuhan. "Malah sebelumnya musuh, Yang Mulia," kata Boyamin kepada majelis hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 11 Mei 2018. 

Boyamin mengaku mengenal Fredrich saat keduanya beberapa kali menjadi narasumber di televisi. Saat Setya Novanto menghilang, Boyamin dan MAKI juga sempat membuat sayembara. 

Ia menjelaskan, dirinya diminta oleh keluarga Fredrich sebagai saksi meringankan. Namun, ia mengaku kehadirannya tanpa dibayar.

"Meski saya punya kantor lawyer saya belum punya izin advokat, tapi karena pernah membantu rekan advokasi yang berkaitan dengan profesinya. Supaya tidak menimbulkan fitnah, saya menjadi saksi dengan tidak bersedia menerima upah satu rupiah pun. Istri pak Yunadi juga memberikan upah tapi saya tegas menolak," tegasnya.

Selain Boyamin, kubu Fredrich juga menghadirkan saksi meringankan lainnya, yakni Retno Dahlia. Ia diketahui sebagai ibu rumah tangga.

Mantan pengacara Setya Novanto itu sebelumnya didakwa bekerja sama dengan Bimanesh untuk menghindarkan Novanto untuk diperiksa dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi KTP-el. Ia disebut menyarankan agar Novanto tidak memenuhi panggilan KPK.

Fredrich diduga meminta Bimanesh untuk merekayasa hasil pemeriksaan kesehatan Novanto. Saat itu, Novanto memang tengah diburu oleh KPK lantaran tak juga memenuhi panggilan komisi antirasuah tersebut.

Atas perbuatannya, Fredrich didakwa dengan Pasal 21 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP. 


(JMS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KORUPSI E-KTP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 18-10-2018