Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.641.144.273 (17 JULI 2018)

Jaksa Beberkan Skema Penerimaan Uang Ponakan Novanto

Damar Iradat - 12 Januari 2018 08:39 wib
Keponakan Ketua DPR Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo. ANT/Hafidz Mubarak.
Keponakan Ketua DPR Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo. ANT/Hafidz Mubarak.

Jakarta: Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan cara Irvanto Pambudi Cahyo, keponakan Setya Novanto memasukkan uang USD2,6 juta dari Mauritius ke Indonesia. Cara tersebut digunakan Irvan agar tak terlacak penegak hukum di Indonesia.

Dalam sidang lanjutan dengan terdakwa Setya Novanto, jaksa menghadirkan sejumlah saksi, salah satunya Yuli Hira, Komisaris PT Berkah Langgeng Abadi. Yuli merupakan salah satu pihak yang membantu melancarkan penerimaan uang Irvanto dari perusahaan Biomorf Mauritius yang diketahui milik Johannes Marliem ke Indonesia.

Awalnya, Yuli Hira dimintai tolong oleh Riswan alias Iwan Barawa, yang merupakan Marketing Manajer Inti Valuta Money Changer. Riswan sebelumnya sempat bertemu dengan Irvanto untuk barter uang dollar tersebut.

"Pernah (terima uang dari Biomorf) untuk barter sama Riswan," ujar Yuli di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 11 Januari 2018.

Ia menambahkan, dirinya menyerahkan sejumlah nomor rekening milik nasabahnya kepada Riswan di Singapura. Rekening-rekening itu ditujukan agar menampung uang Irvan dalam pecahan dolar Amerika Serikat.

Yuli menuturkan, praktik yang ia lakukan merupakan barter uang dengan pemilik rekening yang telah diberikan sebagai penampung uang tersebut. Dari jasa pemindahan uang ini, ia mengaku hanya mengambil keuntungan sebesar Rp40 per USD1, sementara Riswan sebagai pihak yang diminta langsung oleh Irvan mendapat Rp60 per USD1.

Jaksa kemudian menunjukan skema pemindahan uang dari Biomorf ke pihak Yuli. Dari bagan yang diperlihatkan jaksa, Biomorf Mauritius mentransfer uang-uang secara bertahap ke sejumlah perusahaan dan individu.

Uang tersebut ditransfer antara lain ke Santoso Kartono USD465 ribu, Kohler Asia Pacific USD101,9 ribu, Cosmic Enterprise USD200 ribu. Kemudian ditransfer ke Sunshine Development USD500 ribu, Golden Victory USD183,4 ribu, Pacific Ofeo Chemical USD133,4 ribu, Wa Kong Trading USD250 ribu, Omni Potent Ventura USD240 ribu, dan Yuli Hira USD200ribu.

Dari rekening tersebut kemudian ditransfer kembali ke rekening yang diberikan Yuli kepada Riswan. Di antaranya ke rekening atas nama Gurga, Melyana, Money Changer Hidup Artha, Lulu, Chandra, Money Changer Boss, July Hira. Total uang yang masuk ke Yuli Hira sebesar USD2,62 juta.

Yuli mengatakan, proses transaksi selesai, dirinya langsung memberi tahu Riswan jika uang yang diminta Irvan telah tersedia. Riswan kemudian menyambangi kantor Yuli untuk mengambil uang tersebut.

"Betul (diserahkan bertahap uang tunai pecahan dolar AS ke Riswan)," kata dia.



(DRI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KORUPSI E-KTP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 18-07-2018