Istri Bantah Novanto Bisa Berdiri Setelah Kecelakaan

Faisal Abdalla - 17 April 2018 00:02 wib
Deisti Astriani Tagor. Foto: Mi/Rommy
Deisti Astriani Tagor. Foto: Mi/Rommy

Jakarta: Deisti Astriani Tagor, istri terdakwa kasus korupsi KTP-el, Setya Novanto membantah suaminya bisa berdiri setelah mengalami kecelakaan pada 16 November 2017. Selama dirawat di kamar VIP 323 RS Medika Permata Hijau, Deisti menyebut Novanto hanya bisa berbaring. 

Hal itu diungkapkan Deisti saat bersaksi di persidangan perkara merintangi penyidikan kasus korupsi KTP-el, dengan terdakwa dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo. 

"Enggak berdiri, saya kasih pispot. Enggak lihat berdiri, karena saya ada di situ (kamar rawat)," kata Deisti di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin, 16 April 2018.

Ketua majelis hakim, Syaifuddin Zuhri mengonfirmasi keterangan perawat RS Medika Indri Astuti dalam persidangan sebelumnya. Saat itu, Indri mengaku memergoki Novanto buang air kecil sambil berdiri pada 17 November. Padahal, Novanto baru dilarikan ke rumah sakit karena mengalami kecelakaan.

Baca: Novanto Ceritakan Pengalaman Hidupnya

Namun, Deisti membantah keterangan Indri itu."Enggak ada tuh, saya tidur di sampingnya ada extra bed, enggak lihat. Kalau Bapak (Setya Novanto) mau buang air kecil saya yang sediakan pispot" ucap Deisti.

Dalam perkara ini, dokter Bimanesh Sutarjo ditetapkan sebagai tersangka merintangi penyidikan kasus korupsi KTP-el. Bimanesh diduga memanipulasi data medis Novanto untuk menghindari pemeriksaan KPK pada November 2017.

Bimanesh disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.




(AZF)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KORUPSI E-KTP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 27-04-2018