Bupati Subang Lengkapi Quattrick OTT Petahana Bupati

Dero Iqbal Mahendra - 14 Februari 2018 11:40 wib
Ilustrasi--medcom.id
Ilustrasi--medcom.id

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjaring kepala daerah petahana yang kedapatan menggangsir uang rakyat. Kali ini Bupati Subang, Imas Aryumningsih, yang diciduk penyidik KPK dalam kegiatan penindakan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Calon Bupati Subang 2018 ini ditangkap beserta tujuh orang lainnya Selasa, 13 Februari 2018.

Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan bahwa tim KPK memang melakukan giat di daerah Subang kemarin malam. Namun, menurutnya, informasi lebih lanjut akan disampaikan melalui konferensi pers setelah ada penetapan tersangka.

"Dari giat tadi malam diamankan delapan orang. Termasuk Kepala Daerah Subang (Imas Aryumningsih), kurir, pihak swasta, dan unsur pegawai setempat," kata Agus saat dikonfirmasi, Rabu, 14 Februari 2018.

Dia menjelaskan, dari identifikasi awal, transaksi tersebut diduga berkaitan dengan kewenangan perizinan. Sebanyak delapan orang yang ditangkap sudah dibawa ke kantor KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Agus mengungkapkan bahwa pihak KPK berdasarkan KUHP diberikan waktu maksimal 1x24 jam untuk menentukan status dari orang yang tertangkap tangan.



Juru Bicara KPK Febri Diansyah membenarkan adanya OTT tersebut. Saat OTT, kata dia, penyidik KPK menyita uang ratusan juta rupiah. Uang tersebut merupakan bagian kecil dari kesepakatan yang dijanjikan.

"Jumlah uangnya ratusan juta rupiah sejauh ini. Diduga dari pembicaraan awal miliaran rupiah," terang Febri.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, suap yang diberikan diduga terkait perizinan proyek pelabuhan Patimban yang merupakan proyek strategi nasional. Pelabuhan itu untuk menggantikan lokasi Pelabuhan Cilamaya yang batal karena sejumlah kendala.

Baca: KPK Tangkap Bupati Subang Bersama Pihak Swasta

Imas merupakan petahana sekaligus calon kepala daerah keempat yang ditangkap KPK. Pada 4 Januari KPK menangkap tangan Bupati Hulu Sungai Tengah, Abdul Latif, terkait dugaan suap pembangunan rumah sakit daerah di Hulu Sungai Tengah.

Selanjutnya, KPK mencokok Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko pada 3 Februari atas dugaan suap terkait penempatan jabatan di Pemkab Jombang. Nyono diduga menggunakan dana tersebut untuk biaya kampanyenya di Pilkada Jombang 2018.

Tangkapan ketiga KPK adalah Bupati Ngada, Marianus Sae, pada 11 Februari. Dia diduga menerima suap terkait sejumlah proyek di daerahnya. Kuat dugaan dalam kasus ini dana tersebut juga mengalir untuk membiayai kampanyenya untuk maju sebagai gubernur NTT di Pilkada NTT 2018. 


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILKADA SERENTAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 25-05-2018