KPK Siap Hadapi Praperadilan Eddy Rumpoko

Juven Martua Sitompul - 14 November 2017 13:31 wib
Eks Wali Kota Batu Eddy Rumpoko. Foto: Antara/Reno Esnir
Eks Wali Kota Batu Eddy Rumpoko. Foto: Antara/Reno Esnir

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku siap menghadapi sidang gugatan praperadilan Wali Kota Batu nonaktif Eddy Rumpoko (ERP) hari ini. Dalam sidang, lembaga antikorupsi ini akan menguraikan semua jawaban dari pertanyaan pemohon.

"Meskipun terdapat cukup banyak perbaikan dan perubahan yang dilakukan pemohon, namun hari ini KPK sudah siap menyampaikan jawaban," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Selasa 14 November 2017.

Menurut Febri, Tim Biro Hukum KPK telah menyiapkan semua jawaban atas pertanyaan Eddy selaku tersangka kasus dugaan suap proyek pengadaan mebel di Pemerintah Kota Batu.

"Pada prinsipnya KPK ingin menegaskan bahwa OTT (operasi tangkap tangan) yang dilakukan terhadap Eddy sah dengan bukti-bukti yang kuat," ujarnya.

Tak hanya itu, Febri mengatakan, sejak minggu lalu, KPK juga telah melimpahkan berkas perkara pemberi suap ke tahap penuntutan. Hal ini, menurut dia, akan memperkuat dugaan suap politikus PDI Perjuangan tersebut.

"Bahkan, sejak minggu lalu perkara sudah naik ke tahap 2. Dalam waktu dekat akan disidang di Pengadilan Tipikor Surabaya," kata Febri.

Baca: Eddy Rumpoko Praperadilankan KPK

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang gugatan praperadilan Eddy Rumpoko, Senin 13 November 2017. Dalam sidang Eddy mempermasalahkan operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 16 September 2017. Alasannya, KPK menangkap tanpa adanya barang bukti.

"Pemohon tiba-tiba ditangkap dengan dalih OTT tanpa adanya barang bukti berupa benda pemberian yang melekat atau menerima dari seseorang yang bernama Filipus," kata Agus Dwiwarsono, kuasa hukum Eddy Rumpoko saat persidangan, kemarin.

KPK menetapkan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko, Kepala Bagian Unit Layanan Pengaduan (ULP) Pemkot Batu Eddi Setiawan, dan pemilik PT Dailbana Prima Filipus sebagai tersangka suap proyek pengadaan meubelair senilai Rp5,26 miliar di Pemerintah Kota Batu, Malang, Jawa Timur.

Baca: Penyuap Wali Kota Eddy Rumpoko Segera Diadili

Eddy diduga menerima fee Rp500 juta dari proyek yang senilai Rp5,26 miliar tersebut. Uang fee itu diterima Eddy dalam bentuk tunai Rp200 juta kemudian sisanya Rp300 juta buat pelunasan mobil Toyota Alphard miliknya.

Atas perbuatannya, Filipus sebagai pemberi suap diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sedangkan, Eddy Rumpoko dan Eddi Setiawan sebagai penerima suap diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.




(UWA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PRAPERADILAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 18-11-2017