Ahok Beberkan Alasan DKI Tak Bisa Beli Lahan Sumber Waras Kembali

LB Ciputri Hutabarat - 12 April 2016 23:10 wib
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama usai diperiksa penyidik KPK - MI/Susanto Santo
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama usai diperiksa penyidik KPK - MI/Susanto Santo

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pernah meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk membeli kembali lahan Sumber Waras. Namun pria yang akrab disapa Ahok itu bilang pembelian kembali lahan adalah hal yang mustahil.

"Karena pembelian tanah itu terang dan tunai," kata Ahok usai diperiksa di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Pusat, Selasa (12/4/2016) malam.

Mantan Bupati Belitung Timur itu menjelaskan, terang dan tunai diartikan penyerahan hak atas tanah dilakukan di hadapan pejabat umum yang berwenang, dalam hal ini Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) serta pembayarannya dilakukan secara tunai dan bersamaan. Namun, Ahok tak yakin Sumber Waras mau menerima jual beli kembali.

"Kalau harus dibalikin, mesti jual balik. Mau enggak (yayasan) Sumber waras beli harga baru? Karena kalau pakai harga lama jadi kerugian negara," terang dia.

Ahok menyebut, Presiden Joko Widodo sebagai kepala daerah saat itu tidak ada hubungannya dengan kasus Sumber Waras. Dia bilang saat penetapan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), kepala daerah hanya bertindak sebagai pihak yang melegalkan.

"Penjelasannya (perhitungan NJOp) kan itu cuma dihitung dari tim teknis, kami hanya tandatangan penetapan. Jadi enggak ada hubungan (NJOP dengan Jokowi).

Sekadar diketahui, BPK menilai proyek ini merugikan Pemprov DKI Jakarta sebanyak Rp191 miliar. Selisih harga tersebut terjadi karena perbedaan harga (NJOP) pada lahan di sekitar dengan di rumah sakit. BPK mengindikasikan adanya penggelembungan harga dalam pembelian tanah seluas 3,7 hektar tersebut.


(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG AHOK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 26-09-2017