Firza Dicegah ke Luar Negeri

Deny Irwanto - 18 Mei 2017 20:05 wib
Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana Firza Husein. Foto: MI/Arya Manggala.
Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana Firza Husein. Foto: MI/Arya Manggala.

Metrotvnews.com, Jakarta: Polda Metro Jaya mengirimkan surat permohonan pencegahan ke luar negeri kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM terhadap Firza Husein. Polisi tidak mau kecolongan usai menetapkan Firza sebagai tersangka dalam kasus percakapan bermuatan pornografi.

"Jadi hari ini dari Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengeluarkan surat pencekalan. Artinya mengirimkan surat pencekalan terhadap tersangka FH (Firza Husein) ke Imigrasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kamis 18 Mei 2017.

Argo menjelaskan, surat permohonan yang diajukan penyidik kepada Ditjen Imigrasi berlaku selama enam bulan sejak hari ini. Sementara itu, kuasa hukum Firza, Aziz Yanuar, mengatakan, langkah penyidik tersebut berlebihan. 

Menurut Aziz, kliennya tak berniat untuk melarikan diri dari kasus yang tengah dihadapinya. Dia memastikan Firza akan kooperatif menjalankan proses hukum.

"Bu Firza juga enggak kemana-mana kan. Belum ada rencana untuk keluar negeri. Tidak ada upaya untuk melarikan diri. Kalau mau dari kemarin-kemarin kalau mau melarikan diri, sebelum adanya penahanan di Mako Brimob," jelas Aziz.

Baca: Upaya Hukum Kasus Firza Tunggu Restu Keluarga

Firza ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan percakapan berkonten pornografi pada Selasa 16 Mei 2017. Lawan bicara Firza dalam percakapan itu diduga kuat Rizieq Shihab, pimpinan Front Pembela Islam (FPI).

Dia disangkakan dengan Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 32 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan atau Pasal 27 ayat 1 juncto Pasal 45 ayat 1 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Firza terancam lima tahun kurungan penjara. 

Baca: Laporan Rizieq belum Sampai ke PBB

Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana itu berencana mengajukan praperadilan atas penetapan tersangka dari Polda Metro Jaya. Dia merasa menjadi korban. Pasalnya, penyebar percakapan belum tersentuh polisi.




(OGI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PORNOGRAFI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 22-11-2017