Praperadilan Hary Tanoe Ditolak

Arga sumantri - 17 Juli 2017 14:19 wib
Suasa siang praperadilan kasus yang menjerat Hary Tanoe. Foto: MTVN/Arga Sumantri.
Suasa siang praperadilan kasus yang menjerat Hary Tanoe. Foto: MTVN/Arga Sumantri.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menolak gugatan praperadilan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo. Polisi dinilai sah menetapkan Hary sebagai tersangka.
 
Dalam amar putusannya, hakim tunggal praperadilan Cepi Iskandar menolak eksepsi dan seluruh gugatan praperadilan Hary. "Mengadili, dalam pokok perkara permohonan praperadilan pemohon. Dan penetapan tersangka atas nama Hary Tanoesoedibjo adalah sah. Selanjutnya membebankan biaya negara sebesar nihil," kata Cepi saat membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 17 Juli 2017.
 
Atas putusan itu, hakim menyimpulkan kalau penetapan tersangka terhadap Hary Tanoe sah secara hukum. Hakim Cepi menilai, polisi telah memilik bukti permulaan yang cukup dalam proses penetapan tersangka.

Baca: Diperiksa, Jaksa Yulianto Beberkan Ancaman Harry Tanoe

"Hakim berkesimpulan dalil pemohon yang menyatakan penyidikan tidak berdasar hukum harus dikesampingkan," lanjutnya.
 
Polisi menetapkan Hary Tanoesoedibjo sebagai tersangka atas kasus dugaan pesan ancaman kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto melalui pesan singkat (SMS). Hary pun ditetapkan sebagai tersangka pada 15 Juni 2017.
 
Jaksa Yulianto melaporkan Hary Tanoe karena merasa terancam menerima SMS itu. Saat itu, Yulianto sedang menangani kasus dugaan korupsi Mobile-8 yang juga disebut melibatkan Hary.

Baca: Hary Tanoe Yakin Menang Praperadilan

Hary dilaporkan lantaran diduga melanggar Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana 15 tahun. Laporan Polisi (LP) Yulianto terdaftar dengan Nomor LP/100/I/2016/Bareskrim. Yulianto berani melapor karena mengklaim memiliki bukti cukup.
 
Pesan pendek Hary kepada Yulianto:
 
Mas Yulianto, kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional yang suka abuse of power. Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan.




(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG HARY TANOESOEDIBJO
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 23-09-2017