DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 45.764.339.104 (19 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Jubir KPK Diminta Bicara Fakta soal Pemeriksaan Bamsoet

- 08 Juni 2018 17:28 wib
Anggota Komisi III DPR Arsul Sani. Foto: MI/Susanto
Anggota Komisi III DPR Arsul Sani. Foto: MI/Susanto

Jakarta: Anggota Komisi III DPR Arsul Sani menekankan kedatangan Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) atas inisiatif sendiri, bukan karena adanya panggilan ulang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Arsul mengingatkan Juru bicara KPK Febri Diansyah agar proporsional dan faktual dalam memberikan penjelasan tanpa perlu menyelipkan pesan-pesan tersembunyi untuk menunjukkan superiotas KPK.

Asrul juga mewanti-wanti Febri untuk tak berkomentar yang menjurus pada 'pembunuhan' karakter terhadap seseorang atau lembaga yang diperiksa KPK. Arsul merujuk pada penjelasan Febri tentang dipanggil ulangnya Bamsoet ke KPK pagi ini.

Arsul menceritakan dirinya telah mengontak ketua DPR dan protokoler DPR terkait apakah kedatangan tersebut atas panggilan resmi atau atas kemauan sendiri.

"Hasil tabayun (ricek) saya, ternyata tidak ada itu panggilan baru dari KPK. Yang ada Mas Bamsoet berkomunikasi dengan penyidik KPK dan memberitahukan bisa datang pagi ini untuk memberi keterangan mengingat kegiatan di DPR sudah mulai berkurang," kata Arsul, seperti dilansir Media Indonesia, Jumat, 8 Juni 2018.

Ketua DPR tiba di KPK pukul 08.00 WIB dan selesai memberi keterangan pukul 09.30 WIB. Bamsoet kemudian memberikan keterangan pers kepada wartawan di lobi gedung KPK.

“Nah, kalau faktanya seperti ini maka Jubir KPK juga harus menyampaikan kepada publik bahwa ketua DPR, setelah berkomunikasi dengan penyidik KPK, datang atas inisiatif sendiri tanpa ada panggilan ulang,” ujar Asrul.

Jika tak dijelaskan, ia khawatir ada konten penyesatan informasi dalam penjelasan yang mengarah pada pembunuhan karakter.

Sebagai anggota DPR, ia mendukung KPK terus bekerja memberantas korupsi. "Namun, tidak perlu kemudian ada kontroversi atau perseteruan kelembagaan akibat komunikasi publik yang tidak faktual dari lembaga penegak hukum," katanya.

Baca: KPK Periksa Bamsoet

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan KPK kembali memanggil Ketua DPR Bambang Soesatyo untuk diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan kasus korupsi KTP berbasis elektronik (KTP-e) di gedung KPK, Jakarta, Jumat.

"Hari ini dijadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Bambang Soesatyo sebagai saksi untuk tersangka Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung," kata Febri, seperti dilansir Antara.

KPK sudah mengagendakan pemeriksaan terhadap Bamsoet, Senin, 4 Juni 2018. Namun, Bamsoet menyatakan tak bisa hadir karena padatnya agenda. Pagi tadi, ia memenuhi panggilan KPK. Selama satu setengah jam Bamsoet dimintai keterangan oleh penyidik.




(UWA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KORUPSI E-KTP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 20-10-2018