DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.100.381.901 (21 SEP 2018)

KPK Masih Bidik Aset Novanto Buat Bayar Kerugian Negara

Juven Martua Sitompul - 14 September 2018 13:06 wib
Juru bicara KPK Febri Diansyah - MI/Rommy Pujianto.
Juru bicara KPK Febri Diansyah - MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal menyita sejumlah aset mantan Ketua DPR RI Setya Novanto. Penyitaan bakal dilakukan jika Novanto tidak sanggup membayar hutang pengganti kerugian negara atas korupsi proyek pengadaan KTP-el.

"Pemetaan aset sudah dilakukan, akan lebih baik pengembaliannya dalam bentuk aset yang sudah tidak perlu proses lelang lebih lanjut," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat, 14 September 2018.

Febri menyebut hingga kini pihaknya masih menunggu pelunasan pembayaran uang pengganti Novanto. Terpidana korupsi KTP-el itu sudah tiga kali membayar uang pengganti dengan cara dicicil.

"Kalau nanti diperlukan proses perampasan atau penyitaan sampai pelelangan tentu akan dilakukan," ujarnya.

Febri berharap Novanto bersikap kooperatif dan memiliki etikad baik untuk segera melunasi uang pengganti tersebut. "Tapi aset-aset bangunan dan keuangan sudah diidentifikasi oleh KPK melalui unit labuksi," pungkas dia. 

(Baca juga: Novanto Benarkan Jual Rumah untuk Ganti Kerugian Negara)

Unit kerja pelacakan aset, pengelolaan barang bukti dan eksekusi (Labuksi) pada KPK telah mengeksekusi uang yang ada di dalam rekening Novanto sebesar Rp1.116.624.197. Uang itu diekekusi melalui rekening Novanto.

Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Setya Novanto. Selain hukuman pidana penjara, Novantojuga didenda sebesar Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan.

Novanto juga dituntut majelis hakim untuk membayar uang pengganti sebesar USD7,3 juta dikurangi uang yang telah dikembalikan Rp5 miliar subsider 2 tahun kurungan. Majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik Novanto selama 5 tahun.

(Baca juga: KPK Bakal Rampas Aset Novanto)
 


(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KORUPSI E-KTP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 21-09-2018