BPK Analisa Pembelian Senjata

Achmad Zulfikar Fazli - 12 Oktober 2017 16:48 wib
Ilustrasi. MTVN/Rizal
Ilustrasi. MTVN/Rizal

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI bakal mendeteksi jika terjadi pelanggaran dalam proses pembelian senjata dan amunisi yang dilakukan Polri. Dalam memastikan pelanggaran itu, BPK bisa menggunakan semua fakta yang ada di lapangan.
 
"BPK memiliki kompetensi dan kemampuan untuk melihat banyak informasi dan menganalisis. Itu bagian dari substansi dan metodologi audit," kata Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Internasional BPK, Yudi Ramdan di Kantor BPK, Jakarta, Kamis 12 Oktober 2017.

Baca: Kapolri Tegaskan Hubungan Baik dengan TNI Lebih Penting

Pembelian senjata dan amunisi yang dilakukan Polri untuk satuan Brimob menimbulkan polemik. Senjata dan amunisi itu dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan Polri.
 
Tercatat ada 280 pucuk senjata Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) kaliber 40x46mm dan 5.932 amunisi jenis RLV-HEFJ kaliber 40x46mm yang diimpor dari Bulgaria. Senjata itu kini sudah diserahkan ke Polri, sedangkan amunisinya disimpan di gudang Mabes TNI.
 
Yudi mengatakan, BPK akan memperhatikan fakta-fakta di lapangan terkait masalah pembelian senjata dan amunisi itu. Ia menegaskan, BPK tak akan ragu membeberkan kepada publik jika ada kejanggalan dalam pembelian itu.

Baca: Perbakin Impor Ratusan Senjata dan Jutaan Peluru

Namun, Yudi belum bisa membeberkan apakah ada pelanggaran prosedur atau tidak dalam pembelian senjata dan amunisi itu. Pasalnya, BPK masih proses pemeriksaan segala jenis transaksi yang dilakukan pada semester pertama 2017.
 
"Jadi tunggu saja. Kalau laporannya sudah ada nanti kita beritahu," kata Yudi.




(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG SENJATA ILEGAL
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 23-10-2017