Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.641.144.273 (17 JULI 2018)

KPK Tahan Eks Pengacara Novanto

Juven Martua Sitompul - 13 Januari 2018 13:34 wib
Mantan kuasa hukum Setya Novanto Fredrich Yunadi--Medcom.id/Arga Sumantri
Mantan kuasa hukum Setya Novanto Fredrich Yunadi--Medcom.id/Arga Sumantri

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan tersangka kasus dugaan merintangi penyidikan Fredrich Yunadi. Mantan kuasa hukum Setya Novanto itu ditahan usai diperiksa intensif oleh penyidik.

Fredrich yang mengenakan rompi tahanan KPK menyangkap telah melakukan perbuatan menghalang-halangi penyidikan korupsi KTP-el yang menjerat Novanto. Dia menegaskan, advokat tidak bisa dituntut secara pidana atua perdata.

"Saya difitnah katanya melakukan pelanggaran. Sedangkan pasal 16 Undang-undang 18 tahun 2003 tentang advokat, sangat jelas menyatakan advokat tidak dapat dituntut, baik secara perdata maupun pidana," kata Fredrich di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu, 13 Januari 2018.

Baca: Skenario Fredrich Yunadi untuk Selamatkan Novanto

Selama menjadi kuasa hukum Novanto, Fredrich mengklaim hanya menjalankan tugas sebagai seorang advokat. Dia menyebut, apa yang dialaminya saat ini, tak menutup kemungkinan akan dialami advokat lainnya.

"Hari ini saya diperlakukan oleh KPK, berarti semua advokat diperlakukan hal yang sama. Dan ini akan diikuti oleh kepolisian maupun jaksa. Jadi advokat dikit-dikit menghalangi," ujar dia.

Tak hanya itu, Fredrich juga menyatakan, kalau penahanan KPK tidak memenuhi syarat. Sebab, dia baru satu kali menerima surat pemanggilan pemeriksaan sebagai tersangka dari KPK.

"Penangkapan itu kan enggak bisa dilakukan, harus setelah dua kali panggilan. Ini satu kali panggilan saja belum selesai," tandas Fredrich.



Tim KPK sebelumnya menjemput paksa advokat Fredrich Yunadi disebuah lokasi, Jumat 12 Januari malam. Fredrich dijemput paksa setelah sebelumnya dianggap tidak bersikap kooperatif. 
Dia menolak hadir dalam pemeriksaan dengan dalil masih mengikuti proses pemeriksaan kode etik Dewan Kehormatan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi).

KPK menetapkan advokat Fredrich Yunadi dan Bimanesh Sutarjo, dokter RS Permata Hijau. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka merintangi penyidikan perkara korupsi KTP-el yang menjerat Setya Novanto.

Atas perbuatannya, Fredrich dan Bimanesh dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KORUPSI E-KTP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 18-07-2018