KPK Hentikan Pemeriksaan Saksi dan Ahli Meringankan Novanto

Juven Martua Sitompul - 05 Desember 2017 11:45 wib
Juru Bicara KPK Febri Diansyah--MI/Susanto
Juru Bicara KPK Febri Diansyah--MI/Susanto

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelesaikan pemeriksaan saksi dan ahli meringankan untuk Ketua DPR RI Setya Novanto. Lembaga Antikorupsi tidak akan menjadwal ulang pemeriksaan saksi dan ahli meringankan tersangka kasus dugaan korupsi KTP-el tersebut.

"Penyidik tidak akan memanggil lagi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa 5 Desember 2017.

Menurut Febri, keputusan menghentikan dan tidak menjadwal ulang pemeriksaan itu diambil karena pihak Novanto dan saksi ahli meringankannya tidak kooperatif. Padahal, penyidik sudah memberikan waktu yang cukup kepada para saksi ahli untuk memenuhi panggilan.

"Karena sudah diberikan kesempatan sebelumnya. Seharusnya pihak tersangka SN sudah berkoordinasi," ujar dia.

Febri menegaskan pihaknya telah memenuhi hak Novanto sebagai tersangka dengan memanggil sejumlah saksi dan ahli meringankan tersebut. Namun, KPK tidak memiliki kewenangan untuk memaksa pihak terkait hadir dalam pemeriksaan. "Tentu KPK tidak bisa memaksakan kehadiran saksi dan ahli meringankan," pungkas Febri.

Novanto dan tim kuasa hukumnya mengajukan 14 saksi dan ahli meringankan ke KPK. Namun, tidak semua hadir memenuhi panggilan penyidik.

Dari 14 saksi dan ahli meringankan itu, baru lima orang yang sudah diperiksa penyidik. Sedangkan, sembilan orang lainnya sampai hari ini belum bersedia hadir untuk diperiksa penyidik.

Baca: KPK Terima Daftar Saksi dan Ahli Meringankan Novanto

Sebanyak 14 saksi dan ahli meringankan itu terdiri dari sembilan saksi dan lima ahli. Sembilan saksi yang diajukan Novanto merupakan kader Golkar, yakni Melky Laka Lena, Anwar Puegeno, Idrus Marham, Agun Gunanjar, Robert Kardinal, Aziz Syamsudin, Maman Abdurahman, dan Erwin Siregar.

Sedangkan lima ahli yang diajukan Novanto untuk meringankan, yaitu Romly Atmasasmita, Samsul Bakri, Supaandji, dan Margarito Kamis. Kata Febri, dua saksi telah diperiksa penyidik dalam kasus e-KTP.



(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KORUPSI E-KTP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 13-12-2017