Kapolri Sebut Kasus First Travel Segera Masuk ke Meja Hijau

M Rodhi Aulia - 12 Oktober 2017 14:28 wib
Kapolri Jenderal Tito Karnavian--Metrotvnews.com/Lukman Diah Sari
Kapolri Jenderal Tito Karnavian--Metrotvnews.com/Lukman Diah Sari

Metrotvnews.com, Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan penyidikan kasus First Travel hampir rampung. Kasus tersebut saat ini masuk dalam tahap pemberkasan.

"Posesnya sedang diberkas. Tidak lama lagi juga akan kita limpahkan ke pengadilan," kata Tito dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 12 Oktober 2017.

Tito menuturkan kasus ini berawal dari 13 laporan masyarakat yang diterima kepolisian. Masyarakat menjadi korban karena gagal berangkat umrah berjumlah lebih dari 46 ribu orang, dan total dananya lebih dari Rp1 triliun. "Penyelesaiannya sudah dilakukan rapat lintas sektoral di Kemenko Polhukam untuk menangani (calon) jemaahnya," ucap dia.

Baca: Berkas Kasus First Travel Rampung Pekan Depan

Sebelumnya, berkas perkara kasus penipuan yang dilakukan Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, bos biro perjalanan umrah First Travel segera selesai. Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menyebut pemberkasan telah mencapai 90 persen.

"Target kita minggu depan lah, kita kirim dulu berkas ke kejaksan baru nanti kita lihat lagi," kata Kasubdit V Dit Tipidum Bareskrim Polri, Kombes Dwi Irianto di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat 6 Oktober 2017.

Baca: Disita, Aset First Travel Senilai Rp50 Miliar

Ia mengatakan, semua kelengkapan berkas para tersangka sudah masuk pemberkasan. Hanya, ada sejumlah kekurangan yang harus dilengkapi penyidik.

Hingga kini, kata dia, total aset yang disita dari First Travel kurang lebih senilai Rp50 miliar. Pihaknya pun masih menelusur aset lainnya yang diduga masih disembunyikan para tersangka. Pihaknya kerap melakukan penggeledahan ulang untuk mencari aset-aset yang diduga disembunyikan.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KEMELUT FIRST TRAVEL
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 20-10-2017