Anggota DPR Penerima Fulus KTP-el Masuk Dakwaan Novanto

Juven Martua Sitompul - 07 Desember 2017 06:15 wib
Tersangka kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto (kedua kanan) seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta. Foto: Antara/Aprillio Akbar.
Tersangka kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto (kedua kanan) seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta. Foto: Antara/Aprillio Akbar.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan ada sejumlah anggota DPR hingga pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang masuk dalam surat dakwaan terhadap Ketua DPR Setya Novanto. Mereka adalah pihak yang diduga kecipratan aliran dana korupsi KTP elektronik.

"Ada dari anggota DPR, ada dari kementerian, nanti kita lihat di dakwaan saja," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 6 Desember 2017.

Selain membeberkan pihak yang diduga menerima uang haram proyek KTP-el, di dalam dakwaan itu, jaksa penuntut juga menguraikan dugaan keuntungan Novanto dari kasus ini. Sementara itu, proyek ini dinilai merugikan uang negara hingga Rp2,3 triliun.

"Ada sejumlah pihak yang diduga diuntungkan termasuk akan diuraikan dugaan tersangka SN (Setya Novanto) diuntungkan dari proyek e-KTP ini. Itu kan belum ada di dakwaan sebelumnya kan," ujar dia.

Febri menyebut pihaknya juga menyertakan sejumlah dokumen berupa berita acara pemeriksaan (BAP) para saksi dan ahli, berita acara penyitaan, berita acara penahanan serta daftar barang bukti dalam berkas penyidikan yang baru dilimpahkan KPK ke Pengadilan Tipikor Jakarta. "Kita lampirkan semua dokumen-dokumen yang disyaratkan KUHAP," ucap Febri.

Dia mengungkapkan sepanjang proses penyidikan Novanto, penyidik telah mengantongi bukti baru dan keterangan dari sejumlah saksi baru. Termasuk, kesaksian terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong pada sidang sebelumnya.

"Karena itulah waktu yang diperlukan untuk proses memproses berkas dan juga dakwaan untuk SN itu bisa lebih cepat untuk berkas yang lain," pungkas Febri.

Pada persidangan pada Kamis, 30 November 2017, terdakwa Andi Narogong berulang kali menyebut keterlibatan Novanto dalam korupsi KTP-el. Andi menyebut Novanto berperan banyak dalam memuluskan anggaran untuk proyek KTP-el senilai Rp5,9 triliun.

Selain itu, Novanto juga disebut ikut mengurusi jatah untuk anggota DPR lewat koleganya, mantan Bos Gunung Agung Made Oka Masagung. Jatah untuk anggota legislatif melalui Oka Masagung itu sebesar USD7 juta. Uang itu diserahkan kepada mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap.

Baca: Keuntungan Novanto akan Dibeberkan di Surat Dakwaan

Sementara itu, dalam surat dakwaan serta tuntutan kepada dua pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto tercatat puluhan nama penikmat dana KTP-el. Mereka terdiri dari anggota DPR, sejumlah pejabat Kemendagri, hingga pihak swasta dari pemenang tender proyek KTP-el. 

Sejumlah nama anggota DPR periode 2009-2014 yang disebut menikmati uang haram dari proyek KTP-el. Mereka antara lain Chairuman Harahap, Agun Gunandjar Sudarsa, Ganjar Pranowo, Yasonna Laoly, dan Miryam S Haryani. 

Beberapa anggota Badan Anggaran DPR saat proyek ini bergulir juga ikut disebut menikmati uang haram. Mereka di antaranya, Olly Dondokambey, Tamsil Linrung, hingga Mirwan Amir. Bahkan, Ade Komarudin dan Marzuki Ali juga disebut kecipratan uang proyek tersebut.




(OGI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KORUPSI E-KTP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 13-12-2017