DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 12.710.947.522 (17 AGUSTUS 2018)

Hakim Minta KPK Kembalikan Uang Sitaan dari Eks Dirjen Hubla

Faisal Abdalla - 17 Mei 2018 13:57 wib
Mantan Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono - MI/Ramdani.
Mantan Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono - MI/Ramdani.

Jakarta: Majelis Hakim Tipikor memerintahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengembalikan sejumlah uang yang disita dari Mantan Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono. Majelis menilai uang tersebut bersumber dari pendapatan pribadi Tonny. 

"Mengabulkan pengembalian uang terdakwa karena bersumber dari pendapatan pribadi dan penghargaan kepada terdakwa saat menjalankan tugasnya sebagai abdi negara," kata Ketua Majelis Hakim Syaifuddin Zuhri, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis, 17 Mei 2018. 

Uang yang diminta hakim dikembalikan kepada Tonny sebesar Rp242.569.000 yang merupakan uang honor perjalanan dinas dan penggantian tiket. Selain itu, uang sejumlah 4.600 poundsterling Inggris juga diminta dikembalikan kepada Tonny lantaran uang tersebut merupakan sisa dari biaya perjalanan dinas Tonny saat mengikuti sidang IMO di London, Inggris. 

Uang sejumlah 11.212 ringgit Malaysia yang merupakan sisa dana perjalanan Tonny ketika mengikuti kegiatan di Malaysia, serta yang sejumlah 50.000 dong Vietnam yang merupakan uang sisa perjalanan istri Tonny ke Vietnam juga diminta hakim agar dikembalikan. 

(Baca juga: Eks Dirjen Hubla Legawa Divonis 5 Tahun)

Majelis hakim Tipikor menjatuhkan vonis lima tahun penjara kepada Tonny. Tonny dianggap terbukti bersalah menerima suap dari sejumlah pihak. 

"Mengadili menyatakan terdakwa telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan berlanjut sesuai dalam dakwaan ke-1 primer dan ke-2. Menjatuhkan pidana penjara oleh karenanya selama lima tahun," kata Hakim Syaifuddin Zuhri. 

Majelis hakim juga mewajibkan Tonny membayar denda Rp300 juta. Tonny harus mengganti dengan pidana penjara tiga bulan bila tak bisa membayar denda.

Tonny menjadi pesakitan di meja hijau setelah tertangkap tangan oleh KPK pada 23 Agustus 2017. Tonny kedapatan menerima suap Rp2,3 miliar dari Komisaris PT Adhiguna Keruktama, Adi Putra Kurniawan. Uang itu ia terima secara bertahap melalui kartu ATM pemberian Adi Putra. 

Selain itu, Tonny menerima gratifikasi dari sejumlah pihak senilai Rp19,6 miliar. Uang itu ia terima dalam bentuk sejumlah mata uang, mulai dari rupiah hingga dolar Amerika Serikat.

Atas perbuatannya, Tonny bersalah melanggar Pasal 12b dan 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(Baca juga: Bekas Dirhubla Terkejut Simpan Uang hingga Rp20 Miliar)


(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG OTT DI KEMENHUB
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 18-08-2018