Ahmad Dhani Pasrah

Muhammad Al Hasan - 16 April 2018 22:46 wib
Musisi Ahmad Dhani memenuhi panggilan sidang perdana di PN Jaksel. Foto: Medcom.id/M Al Hasan.
Musisi Ahmad Dhani memenuhi panggilan sidang perdana di PN Jaksel. Foto: Medcom.id/M Al Hasan.

Jakarta: Musisi Dhani Ahmad Prasetyo menyerahkan nasibnya kepada majelis hakim yang menyidangkan kasusnya. Dhani didakwa oleh jaksa penuntut umum melakukan ujaran kebencian lewat akun twitternya, @AHMADDHANIPRAST.

"Saya lepaskan semua pada pihak yang berwajib, saya serahkan semua pada yang diputuskan hakim," kata Dhani usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 16 April 2018.

Suami Mulan Jameela itu bersikukuh tidak bersalah dan tidak menyesali perbuatannya. Ia juga mengaku siap untuk terus mengahadiri sidang kasusnya.

"Saya akan selalu hadir!" kata Dhani dengan bersemangat.

Baca: Ahmad Dhani Berkaus #2019GantiPresiden ke Pengadilan

Dhani didakwa dengan sengaja menyebarkan ujaran kebencian. Hal itu dilakukan Dhani melalui akun twitternya @AHMADDHANIPRAST yang dibantu oleh temannya Suryopratomo Bimo pada awal tahun 2017.

"Ahmad Dhani bersama saksi Suryopratomo Bimo pada bulan Februari sampai Maret 2017 dengan sengaja dan tanpa hak menyebabkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan sentimen suku, ras, Agama, dan antar golongan (SARA)," kata jaksa penuntut umum (JPU) Dedyng Wibianto di Ruang Sidang Utama Oemar Seno Adji, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dhani mengirim ujaran kebencian itu kepada Suryopratomo melalui aplikasi WhatsApp pada 7 Februari 2017. Suryopratomo selaku admin akun twitter @AHMADDHANIPRAST, kemudian menyalin dan mengunggah pesan Dhani itu ke media sosial.

Akibat perbuatannya ini, Pasal 45A Ayat 2 juncto Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP. Ia diancam hukuman penjara enam tahun dan denda Rp1 miliar. 




(AZF)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG UJARAN KEBENCIAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 21-04-2018