Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.387.516.226 (18 JUNI 2018)

KPK Periksa Petinggi PT ISS Indonesia

Juven Martua Sitompul - 13 Maret 2018 12:36 wib
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah.
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap CEO PT ISS Indonesia yang juga mantan Direktur Layanan Strategi dan Teknologi Informasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Elisa Lumbantoruan. Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar (ESA).
 
"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESA," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa, 13 Maret 2018.
 
Tak hanya saksi untuk Emirsyah Satar, penyidik juga ikut memangil VP. Network Management PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Teten Wardaya. Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Soetikno Soedardjo (SS) selaku bos Mugi Rekso Abadi (MRA) Grup.
 
"Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SS," pungkas Febri.
 
Sepanjang proses penyidikan kasus ini, sejumlah saksi yang diduga mengetahui kasus ini sudah diperiksa penyidik. Bahkan, tiga saksi mahkota yakni Sallyawati Rahardja, Hadinoto Soedigno, dan Agus Wahjudo pun telah dicegah KPK.
 
Tak hanya itu, KPK juga telah menggeledah sejumlah lokasi yang berkaitan dengan praktik rasuah di PT Garuda Indonesia tersebut. Lokasi yang digeledah di antaranya Wisma MRA, kantor perusahaan milik Soetikno Soedardjo dan PT Dimitri Utama Abadi, anak perusahaan dari PT Mugi Rekso Abadi, yang bergerak dalam bisnis jasa transportasi udara.
 
KPK‎ telah menetapkan Emirsyah Satar dan Soetikno Soedardjo selaku bos Mugi Rekso Abadi (MRA) Grup sekaligus Beneficial Owner Connaught Intenational sebagai tersangka. Keduanya disinyalir telah melakukan tindak pidana korupsi dengan perusahaan Rolls Royce dan Airbus terkait pengadaan mesin dan pesawat untuk PT Garuda Indonesia.

Baca: KPK Periksa Vice President Internal Audit PT Garuda Indonesia

Emirsyah Satar diduga telah menerima suap dari Soetikno dalam bentuk uang dan barang dari Rolls Royce. Emiryah Satar diduga menerima 1,2 juta Euro dan USD180 ribu atau setara Rp20 miliar sedangkan barang yang diterima senilai USD2 juta dan tersebar di Singapura dan Indonesia.
 
Atas dugaan itu, Emirsyah Satar sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b dan atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1991 sebagaimana telah diubah dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.
 
Sedangkan Soetikno selaku pemberi suap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1991 sebagaimana telah diubah dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.




(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG EMIRSYAH SATAR TERSANGKA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 19-06-2018