Eks GM Jasa Marga Dituntut 2 Tahun Penjara

Damar Iradat - 13 Februari 2018 15:27 wib
Bekas GM PT Jasa Marga Purbaleunyi Setia Budi. Foto: MTVN/Damar Iradat
Bekas GM PT Jasa Marga Purbaleunyi Setia Budi. Foto: MTVN/Damar Iradat

Jakarta: Bekas GM PT Jasa Marga Purbaleunyi, Setia Budi, dituntut hukuman dua tahun penjara. Setia Budi dinilai bersalah menyuap auditor Badan Pemeriksa Keuangan, Sigit Yugoharto.
 
"Menuntut majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi memutuskan menyatakan terdakwa terbutki secara sah dan meyakinkan bersalah korupsi secara berlanjut," kata Jaksa pada KPK, Subari Kurniawan, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Februari 2018.
 
Selain dituntut dua tahun penjara, Setia Budi juga diwajibkan membayar denda Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan.
 
Dalam menyusun surat tuntutan, beberapa hal dipertimbangkan jaksa. Hal yang memberatkan, perbuatan Setia Budi dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi.
 
Sementara, dalam pertimbangan yang meringankan, Setia Budi dinilai mengakui dan menyesali perbuatannya dan berlaku sopan selama persidangan. "Dan terdakwa belum pernah dihukum," tutur jaksa.
 
Setia Budi sebelumnya didakwa memberikan satu unit motor Harley Davidson Sportster 883 tahun 2000 kepada auditor madya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sigit Yugoharto. Ia juga memberikan sejumlah fasilitas hiburan kepada Sigit dan tim BPK lainnya.

Baca: Setia Budi Didakwa Suap Auditor BPK Harley Davidson
 
Pemberian motor Harley ini dilakukan dengan cara membeli dari seseorang bernama Indra Kharisma Rahardi di Bandung senilai Rp115 juta. Motor pabrikan Amerika Serikat itu kemudian diantar langsung ke kediaman Sigit di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.
 
Pemberian motor Harley ini sebagai balas jasa agar tidak ada temuan hasil Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu (PDTT) dari BPK terhadap pengelolaan pendapatan usaha, pengendalian biaya, dan investasi PT Jasa Marga yang dilakukan Sigit. Padahal, dari hasil temuan, pengerjaan pemeliharaan periodik, rekonstruksi jalan, dan pengecatan marka jalan cabang Purbaleunyi 2015 tidak sesuai ketentuan, sehingga mengakibatkan kelebihan pembayaran sebesar Rp3,14 miliar.
 
Selain itu, dari hasil pemeriksaan juga ditemukan pengerjaan tahun 2016 yang tidak sesuai ketentuan. Hal ini mengakibatkan kelebihan pembayaran sebesar Rp5,9 miliar.
 
Selain Harley, Setia Budi juga didakwa memberikan sejumlah fasilitas hiburan malam kepada sejumlah auditor BPK lainnya. Fasilitas hiburan itu antara lain karaoke di Las Vegas Plaza Semanggi.
 
Biaya untuk hiburan malam itu menghabiskan dana hingga Rp32 juta yang dibayarkan oleh GM PT Marga Maju Mapan (3M) Totong Heryana.
 
PT Marga Maju Mapan diketahui merupakan perusahaan penggarap rekonstruksi perkerasan ruas jalan Tol Cipularang-Purbaleunyi. Selain itu, Setia Budi juga meminta uang sebesar Rp150 juta kepada Suwondo selaku Direktur Keuangan PT 3M untuk keperluan hiburan anggota tim pemeriksa BPK.
 
Setia Budi dinilai melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b UU 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.




(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG SUAP DI BPK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 26-02-2018