Polisi Minta Data Kasus Korupsi yang Ditangani Novel

Achmad Zulfikar Fazli - 19 Mei 2017 20:16 wib
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Foto: Antara/Aprilio Akbar
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Foto: Antara/Aprilio Akbar

Metrotvnews.com, Jakarta: Polda Metro Jaya meminta data soal kasus korupsi yang ditangani penyidik KPK Novel Baswedan. Sebab, setiap kasus dicurigai berpotensi berkaitan dengan penyiraman air keras kepada Novel.
 
"Kami juga ingin dapatkan informasi yang kira-kira berkaitan dengan kasus ini. Karena itu, kita ingin tahu tentang kasus apa saja yang sudah dan sedang ditangani Novel. Kasus itu perlu kita curigai, karena dinilai punya potensi," kata Direskrimum Polda Metro Kombes Rudy Heriyanto di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat 19 Mei 2017.
 
Rudy mengatakan, pihaknya membuka tangan terhadap semua informasi dari berbagai pihak. Polisi akan menampung, mengecek, dan menganalisa setiap informasi yang diterima.
 
Menurut dia, kepolisian tidak menggunakan prasangka atau asumsi dalam menyelidiki kasus Novel. Namun, dengan menggunakan data di lapangan, baik itu saksi, barang bukti, serta saksi ahli.
 
"Artinya segala kemungkinan di lapangan kita cari semuanya, sampai terkecil sekalipun. Berkaitan dengan waktu, kita berharap segera diungkap. Karena semakin banyak informasi yang kita dapatkan, akan lebih memudahkan kita mengungkapnya," kata dia.
 
Ketua KPK Agus Rahardjo bakal memberikan data kasus yang ditangani Novel. Namun, kata Agus, KPK tidak akan memberikan data secara rinci.
 
"Kalau informasi yang diberikan ke Polda, kalau kita deduktif, kasus-kasus apa yang ditangani pak Novel, tapi tidak masuk ke dalam kasusnya, hanya misalnya sebagai kasatgas apa," kata Agus.
 
Wajah Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal usai pulang salat Subuh di masjid dekat rumahnya, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa 11 April. Pelaku diduga dua orang dan mengendarai sepeda motor. Saat ini mantan kepala Satuan Reskrim Polres Kota Bengkulu itu sedang mendapat perawatan di Singapura.
 
Dalam penyelidikannya, kepolisian sempat mengamankan empat orang karena disangka sebagai pelaku penyiraman. Mereka adalah Hasan, Mukhlis, Muhammad, dan Lestaluhu.
 
Keempat orang itu pun sudah dilepas karena tidak terbukti sebagai pelaku penyerangan Novel.
 
Terkahir, kepolisian menangkap Miko kemarin di Bandung, Jawa Barat. Penangkapan Miko bermula saat polisi menemukan video pernyataannya yang menyebut nama Novel Baswedan dan Abraham Samad viral di jagat maya.
 
Pada video itu, Miko mengungkapkan kekecewannya terhadap penyidik KPK saat menangani kasus pamannya, Muhtar Eppendy. Setelah menjalani pemeriksaan, Miko dilepas karena alibinya kuat tidak terlibat dalam penyerangan Novel.
 


(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG NOVEL BASWEDAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 29-05-2017