Panyuap Patrialis Gunakan Kode MK

Damar Iradat - 19 Juni 2017 16:02 wib
Ng Fenny. Foto: Antara/Hafidz Mubarak
Ng Fenny. Foto: Antara/Hafidz Mubarak

Metrotvnews.com, Jakarta: Ng Fenny, sekretaris Direktur CV Sumber Laut Perkasa Basuki Hariman mengaku kerap menggunakan kode MK untuk Kamaludin. Kamaludin diketahui sebagai salah satu orang dekat hakim Mahkamah Konstitusi, Patrialis Akbar.
 
Ng Fenny yang dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan dengan terdakwa Patrialis Akbar itu mengatakan, kode tersebut biasa ia pakai dengan Basuki Hariman. Inisial MK tertulis dalam laporan pembukuan keuangan perusahaannya.
 
"MK itu maksudnya Muhammad Kamaludin. Itu kode saya sama Pak Basuki," kata Ng Fenny di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin 19 Juni 2017.
 
Majelis hakim lantas bertanya mengonfirmasi ke Fenny jika nama Kamaludin sebetulnya tidak menggunakan Muhammad. Fenny mengaku tidak mengetahui hal tersebut, sebab, ia sering menggunakan istilah itu ketika berbicara dengan Basuki.
 
Dalam kesaksiannya, Fenny juga mengaku mendapat instruksi dari Basuki untuk menyiapkan uang sejumlah Rp2 miliar. Ia pun lantas meneruskan instruksi itu kepada salah satu karyawan CV Sumber Laut, Kumala Dewi menyiapkan uang Rp2 miliar dalam bentuk dolar Singapura.
 
Namun, baik Dewi dan Fenny tidak mengetahui bakal digunakan untuk apa uang tersebut. Ia mengaku hanya menjalankan perintah atasan.
 
"Saya tidak tahu buat apa (uang Rp2 miliar), Yang Mulia," kata Fenny.
 
Dalam surat dakwaan untuk Patrialis Akbar, Basuki Hariman dan Ng Fenny disebut menjanjikan sejumlah uang kepada Patrialis dan Kamaludin. Patrialis didakwa menerima suap atau hadiah senilai USD 70 ribu, 4,043 juta dan janji Rp2 miliar. Rp2 miliar ini yang dijanjikan diberikan untuk Kamaludin sebagai perantara Basuki dan Patrialis.
 
Suap diberikan untuk memuluskan pengurusan uji materi perkara nomor 129/PUU-XIII/2015 terkait uji materi Undang-Undang nomor 41 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Keempat terdakwa berkomitmen untuk memenangkan perkara agar aturan impor berubah.
 


(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PATRIALIS AKBAR DITANGKAP KPK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 14-12-2017