KPK Garap Pegawai PT Garuda Indonesia

Juven Martua Sitompul - 14 Februari 2018 11:14 wib
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap pegawai PT Garuda Indonesia Rajendra Kartawiria. Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar (ESA).

"Yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka ESA," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 14 Februari 2018.

Belum diketahui kaitan Rajendra dalam kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls-Royce PLC pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk ini. Namun, kuat dugaan dia mengetahui rentetan kasus korupsi di perusahaan plat merah tersebut.

Sejumlah saksi telah diperiksa penyidik untuk mengusut sekaligus melengkapi berkas perkara Emirsyah. KPK mendalami kontrak jasa konsultasi dalam pengadaan pesawat tersebut.

Sepanjang proses penyidikan kasus ini, tiga saksi yakni Sallyawati Rahardja, Hadinoto Soedigno, dan Agus Wahjudo telah dicegah KPK. KPK juga telah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi salah satunya di Wisma Mugi Rekso Abadi (MRA), kantor perusahaan milik Soetikno Soedarjo, tersangka lainnya.

Selain Wisma MRA, tim juga menyasar PT Dimitri Utama Abadi. PT Dimitri Utama Abadi adalah anak perusahaan dari PT MRA, yang bergerak dalam bisnis jasa transportasi udara.

Penggeledahan sendiri dilakukan lantaran Soetikno diduga sebagai perantara suap antara Rolls Royce dan Airbus dengan Emirsyah Satar. Bahkan, Soetikno diduga sebagai pihak yang ikut andil dalam pembelian sejumlah aset untuk Emirsyah yang berasal dari uang korupsi tersebut.

‎KPK‎ telah menetapkan Emirsyah Satar dan Soetikno Soedardjo selaku beneficial owner Connaught Intenational sebagai tersangka. Keduanya disinyalir telah melakukan tindak pidana korupsi bersama perusahaan Rolls Royce dan Airbus terkait pengadaan mesin dan pesawat untuk PT Garuda Indonesia.

Baca: KPK Panggil Tiga Saksi terkait Korupsi Eks Dirut Garuda

Emirsyah Satar diduga telah menerima suap dari Soetikno dalam bentuk uang dan barang dari Rolls Royce. Emiryah Satar diduga menerima 1,2 juta Euro dan USD180 ribu atau setara Rp20 miliar, sedangkan barang yang diterima senilai USD2 juta dan tersebar di Singapura dan Indonesia.

Atas dugaan itu, Emirsyah Satar sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b dan atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1991 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Soetikno selaku pemberi suap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1991 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.





(OGI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG EMIRSYAH SATAR TERSANGKA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 19-02-2018