Permohonan Status Justice Collaborator Andi Narogong Dipertimbangkan

Damar Iradat - 07 Desember 2017 11:14 wib
Andi Narogong/MI/Susanto
Andi Narogong/MI/Susanto

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertimbangkan pemberian status pelaku yang bekerja sama atau justice collaborator (JC) terhadap Andi Agustinus alias Andi Narogong. Permohonan JC terdakwa kasus korupsi KTP elektronik itu diterima sejak September 2017.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan pihaknya harus melihat beberapa hal sebelum mengabulkan permohonan.

"Seperti, apakah terdakwa koperatif dan mengakui perbuatannya, konsistensinya di persidangan, hingga (apakah pengakuannya) membuka peran aktor yang lebih tinggi," kata Febri saat dikonfirmasi, Kamis, 7 Desember 2017.

Baca: Andi Narogong Memenuhi Kriteria Jadi Justice Collaborator

Febri menjelaskan seluruh pertimbangan akan dijadikan dasar keputusan pemberian status justice collaborator atau tidak. Sikap KPK tersebut akan disampaikan sebagai salah satu pertimbangan jaksa penuntut umum dalam surat tuntutan terhadap Andi Narogong.

Sebelumnya, dua terdakwa lainnya, Irman dan Sugiharto, juga telah mengajukan diri sebagai justice collaborator. Artinya, seluruh terdakwa dalam kasus KTP-el mengajukan justice collaborator dan telah mengakui perbuatannya.

"Bahkan dua di  antaranya telah mengembalikan uang ke KPK," ucap Febri.

Baca: Andi Narogong Hadapi Sidang Tuntutan

Febri memaparkan permohonan justice collabolator yang dikabulkan akan menguntungkan terdakwa. Status tersebut bisa menjadi pertimbangan meringankan dan terdakwa bakal mendapatkan haknya jika diputus bersalah.

"Seperti remisi dan pembebasan bersyarat sesuai aturan yang berlaku. Bagi penanganan perkara pokok, hal ini juga bagus karena dapat membongkar pelaku yang lebih besar," ujar dia.


(OJE)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KORUPSI E-KTP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 13-12-2017