Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Korupsi di PT Dok

Lukman Diah Sari - 12 Oktober 2017 21:27 wib
Gedung Kejaksaan Agung. -- Foto: MI/ Irfan
Gedung Kejaksaan Agung. -- Foto: MI/ Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Kejaksaan Agung menetapkan empat orang tersangka dalam kasus pengadaan tangki pendam di Muara Sabak, Jambi oleh PT Dok dan Perkapalan Surabaya (BUMN). Nilai pengadaan proyek fiktif tersebut sebesar Rp179 miliar.

"4 tersangka itu terkait dengan pengadaan tangki pendam fiktif di Jambi oleh PT Dok," kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Warih Sadono di Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis 12 Oktober 2017.

Empat tersangka yang ditetapkan Kejagung adalah mantan dirut utama PT Dok dan Perkapalan Surabaya MFA, mantan Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha MY, mantan Direktur Produksi IWYD, dan mantan Direktur Keuangan NST.

Kasus bermula saat PT Dok dan Perkapalan Surabaya menandatangani kontrak dengan PT Berdikari Petro untuk melakukan pembangunan tangki pendam di Muara Sabak, Jambi dengan nilai proyek Rp179.928.141.879.

Dalam pelaksanaannya, PT Dok dan Perkapalan Surabaya melakukan subkontrak kepada AE Marine, Pte. Ltd di Singapura dan selanjutnya merekayasa progress fisik (bobot fiktif) pembangunan tangki pendam.

Kemudian PT Dok dan Perkapalan Surabaya melakukan transfer sebesar USD3.9 juta kepada AE Marine. Pte, Ltd. Namun, dalam pelaksanaannya, justru tidak ada pekerjaan di lapangan atau di lokasi.

Dana tersebut justru digunakan untuk kekurangan pembayaran pembuatan dua kapal milik Pertamina kepada Zhang Hong, Pte. Ltd yang telah mempunyai anggaran tersendiri. Kontrak antara PT DPS dengan Zhang Hong. Pte, Ltd tidak sesuai dengan ketentuan pengadaan barang/jasa sehingga merugikan PT Dok dan Perkapalan Surabaya.

Atas pengadaan proyek fiktif tersebut, ditemukan kerugian yang mencapai USD4juta. "Kerugian sekitar 3 juta USD hampir 4 juta USD. Fiktif. Seolah olah ada pekerjaan dibikin kontrak tapi tak ada pekerjaan uangnya sudah dicairkan," pungkasnya.


(Des)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KASUS KORUPSI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 20-10-2017