DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 41.348.051.099 (17 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Hakim Jeldi Kritik Rendahnya Vonis Fredrich

Damar Iradat - 10 Oktober 2018 14:58 wib
Fredrich Yunadi. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri
Fredrich Yunadi. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri

Jakarta: Hakim Pengadilan Tinggi Jeldi Ramadhan menyatakan pendapat berbeda (dissenting opinion) atas kasus merintangi penyidikan perkara korupsi KTP berbasis elektronik (KTP-el) dengan terdakwa Fredrich Yunadi. Jeldi tak sepakat Fredrich dihukum tujuh tahun penjara. 

Dari salinan putusan yang diterima, Jeldi menyatakan putusan tujuh tahun penjara terhadap Fredrich terlalu ringan. Ia berpendapat Fredrich seharusnya divonis 10 tahun penjara.

"Menimbang bahwa dalam membela kliennya, terdakwa telah melakukan kebohongan mulai dari keberadaan kliennya hingga rekayasa kecelakaan secara sistematis dan direncanakan," bunyi pernyataan Jeldi dikutip dari salinan putusan yang diterima Medcom.id, Rabu, 10 Oktober 2018.

Jeldi menyebut perbuatan Fredrich merintangi penyidikan terhadap mantan kliennya, Setya Novanto, sangat jelas memiliki niat jahat. Padahal, lanjut dia, perkara korupsi KTP-el yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun menimbulkan kerusakan di berbagai sendi kehidupan masyarakat.

"Maka, terdakwa perlu dijatuhi pidana penjara yang setimpal dan memenuhi rasa keadilan masyarakat, yakni dengan pidana penjara 10 tahun," kata Jeldi.

(Baca juga: Pengadilan Tinggi Kuatkan Hukuman Fredrich Yunadi)

Kendati begitu, mayoritas hakim tetap memutuskan tujuh tahun penjara bagi Fredrich. Pendapat Jeldi tak menjadi pertimbangan putusan Pengadilan Tinggi.

Putusan itu dibacakan oleh majelis hakim pada 5 Oktober 2018. Majelis diketuai oleh Hakim Ester Siregar dan hakim anggota I Nyoman Sutama, James Butarbutar, Anton Saragih, dan Jeldi.

Fredrich sebelumnya divonis bersalah telah merintangi penyidikan kasus korupsi KTP-el dengan tersangka Setya Novanto. Ia dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara oleh majelis hakim di pengadilan tingkat pertama.

Atas putusan tersebut, Fredrich mengajukan banding. Ia mengaku tidak terima atas vonis hakim itu karena merasa tidak bersalah.

Jaksa juga mengajukan banding. Menurut jaksa, vonis Fredrich masih kurang dari dua pertiga tuntutan jaksa yang menuntut agar Fredrich dihukum 12 tahun penjara.


(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KORUPSI E-KTP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 18-10-2018