Negara Konflik Dianggap Memengaruhi Terorisme di Indonesia

Desi Angriani - 17 Mei 2018 16:07 wib
Wapres Jusuf Kalla/MTVN/Dheri Agriesta
Wapres Jusuf Kalla/MTVN/Dheri Agriesta

Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai serangkaian aksi terorisme beberapa waktu terakhir tak terlepas dari keterlibatan negara-negara gagal di Timur Tengah. Nyaris sepekan belakangan berbagai daerah di Indonesia menjadi sasaran teroris.

"Terkait terorisme enggak hanya terkait negara tapi terkait faktor eksternal oleh negara gagal," kata Ketua Umum GMKI Sahat Martin Philip Sinurat  menirukan omongan Kalla dalam pertemuan dengan Pengurus GMKI di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis 17 Mei 2018.

Menurut Sinurat, Kalla menjelaskan warga Indonesia yang kembali dari negara konflik seperti Afghanistan, Suriah, dan Irak biasanya membawa radikalisme untuk diterapkan di dalam negeri. Radikalisme bahkan membuat mereka berani meledakkan diri atas nama agama.

"Ketika kembali mereka memiliki kemarahan untuk melakukan pembalasan," ucap dia.

Itu pula yang menjadi latar belakang pertemuan antarulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan. Tiga negara ini ingin menekan radikalisme dan menciptakan perdamaian di Timur Tengah.

"Beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo datang ke Afghanistan untuk mencoba menyelesaikan juga Palestina dan lain-lain upaya yang dilakukan," terang Sinurat.

Pengurus GMKI menyarankan pemerintah memperkuat kelembagaan sebagai upaya menanamkan semangat Pancasila.


(OJE)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TERORISME
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 23-05-2018