4 Penyebar Konten BDSM Ditangkap Polisi

Lukman Diah Sari - 09 November 2017 13:37 wib
Barang bukti kasus konten BDSM. Foto: MTVN/Lukman Diah Sari.
Barang bukti kasus konten BDSM. Foto: MTVN/Lukman Diah Sari.

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap 4 penyebar video dan foto asusila sesama jenis dengan kekerasan yang biasa disebut bondage and discipline, sadism and masochism (BDSM). Pelaku dicokok pada Selasa 7 November 2017. 

"Ini (berasal dari) keluhan-keluhan netizen kepada Siber Patroli Bareskrim Polri," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 9 November 2017. 

Setyo membeberkan, tersangka pertama yang diciduk adalah AM, 42, seorang bapak beranak dua, yang tinggal di Cilandak, Jakarta Selatan. AM berperan sebagai master 1

Setelah itu, polisi menangkap tersangka NH, 30, bapak beranak satu, di Subang, Jawa Barat. Dia bekerja sebagai terapis dan berperan sebagai slave 1

Penyidik lalu melakukan pengembangan. Pada 8 November 2017, polisi menangkap RH, 28, dan ER, 22. RH adalah karyawan swasta yang berperan sebagai master 2 sedangkan ER sebagai slave 2.

"Modus operandi AM dengan sengaja mem-posting video dan foto berkonten asusila BDSM melalui akun Facebook emirjkt (sebagai master) kepada berbagai grup Facebook BDSM baik dalam dan luar negeri untuk mencari peminat baru," jelas dia. 

Menurut dia, pelaku melakukan beberapa adegan BDSM sesuai dengan kesepakatan bersama untuk kepuasan seksual. Kasus itu dibeberkan polisi agar masyarakat, khususnya pengguna internet, lebih mawas dan bijak dalam bermedia sosial. 

Baca: Konten Porno tak Bisa Diblokir 100%

Para tersangka mengikuti 17 grup Facebook BDSM Indonesia dengan anggota sebanyak 26.650 orang dan 20 grup Facebook internasional dengan anggota mencapai 48.913. Total, ada 75.563 orang yang ada dalam grup-grup tersebut. AM menyebarluaskan video yang pernah diproduksi ke grup-grup tersebut. 

"Barang bukti ada 2 unit HP dan 1 memory card. dan 11 jenis peralatan. Ada tali pengikat, karet, borgol, lilin, rantai besi, rompi buat badan, penutup mulut, sabuk pengikat badan, sumpit, alat pecut," ungkap dia. 

Akibat perbuatanya, mereka dipersangkakan Pasal 45 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang UU ITE dengan ancaman 6 tahun penjara dan atau Pasal 36 UU Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman 10 tahun.





(OGI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PORNOGRAFI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 17-12-2017