Sandiaga Berambisi Bangun Rusun Hibrida

Haifa Salsabila - 13 Februari 2018 13:26 wib
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno. Foto: Medcom.id/Lis Pratiwi
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno. Foto: Medcom.id/Lis Pratiwi

Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berambisi membangun rumah susun (rusun) berkonsep hibrida (hybrid). Rusun ramah lingkungan itu diyakini mampu menghilangkan kawasan kumuh Ibu Kota.
 
Sandiaga mengatakan, nantinya rusun hanya dibangun masimal enam lantai dengan tata ruang pencahayaan yang cukup. Sehingga tidak diperlukan lift dan tidak membutuhkan banyak lampu pada siang hari.
 
Selain itu, sistem sanitasi dan akses air akan dibangun dalam satu paket. Nantinya, rusun akan dilengkapi dengan sistem pengelolaan limbah yang mumpuni.
 
Sebagai percontohan, Pemerintah DKI akan membangun rusun hibrida di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Permukiman padat yang kumuh di wilayah itu akan digusur dan lahannya dibangun rusun.
 
"Untuk menggantikan rumah warga yang  kumuh, miskin, padat dan rentan terhadap permasalahan sosial dan juga kebakaran," kata Sandi usai menghadiri acara Stakeholders Meeting Huan Cities Coaliation (HCC) DKI di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Benteng Selatan, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Februari 2018.

Baca: 8.000-an Unit Rusun di DKI Siap Dihuni pada 2018
 
Sandiaga menjelaskan pembangunan rusun ini akan berbeda dari konsep pembangunan rusun biasanya. rusun hibrida dibangun tidak jauh lokasi permukiman warga.
 
"Selama ini penataanya warga dipindah ke rusun yang jauh dari tempat tinggal mereka.Sekarang kita bangun rusun di lahan tempat tinggal mereka. Jadi mereka tidak tercabut dari ekosistem yang sudah mereka tempati puluhan tahun," katanya.
 
Terkait sanitasi, Pemerintah DKI akan bekerjasama dengan pihak PD PAM Jaya dan PD PAL Jaya. Ia berharap, proyek yang diusung Pemprov DKI itu bisa dicontoh oleh daerah lain.
 
"Kita harapkan kemitraan ini tidak hanya menjadi Corporate Sosial Responsibility (CSR), tapi juga sustainability dan replicable jadi bisa replikasi ke wilayah lain," kata Sandi.
 
Sandiaga mengaku sudah mendata sekitar 16 kampung kumuh di Jakarta. Kampung-kampung tersebut akan ditata dalam lima tahun ke depan.
 
Bersama HCC, Sandi menuturkan akan menyiapkan jumlah unit sesuai kebutuhan dan keinginan warga. "Berapa yang dibutuhkan warga itu yang akan dihadirkan. Kita sudah memetakan dan sudah detail," ujar Sandi.




(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG RUSUNAWA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 22-02-2018