DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 40.273.617.416 (15 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Guru Terduga Penyebar Doktrin Anti-Jokowi Dinonaktifkan

Nur Azizah - 12 Oktober 2018 16:14 wib
Ilustrasi gedung balai kota DKI. Foto: jakarta.go.id
Ilustrasi gedung balai kota DKI. Foto: jakarta.go.id

Jakarta: Guru SMA 87 Jakarta Nelty Khairiyah dinonaktifkan sementara. Nelty diduga melakukan doktrin pada para siswanya untuk tidak memilih Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019.
 
"Kepala sekolah sudah mengeluarkan surat untuk dia, sementara tidak diaktifkan dulu mengajar," kata Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Ari Budiman, saat dihubungi, Jakarta Pusat, Jumat, 12 Oktober 2018.
 
Ari mengatakan Nelty dinonaktifkan selama pemeriksaan Inspektorat DKI. "Setelah ada konfirmasi baru nanti jelas apa langkah-langkah yang dilakukan," ujarnya.
 
Ari menuturkan, bila Nelty terbukti melakukan doktrin, dia terancam dijatuhi sanksi maksimal diberhentikan. Namun, dia belum bisa memastikan.
 
"Sanksi terberat yang keluarkan Inspektorat itu diberhentikan. Tapi proses belum terlihat terbukti tidaknya. Makanya saya belum berani sampaikan seperti apa sanksinya," jelas Ari.
 
Dugaan doktrin di sekolah beredar setelah seorang ibu menceritakan kejadian itu ke akun Facebook. Anaknya didoktrin untuk membenci Presiden Joko Widodo.

Baca: PDIP DKI Minta Kasus Guru Doktrin Siswa Anti-Jokowi Diusut

Doktrin ini bermula ketika Nelty mengumpulkan siswa dan memperlihatkan video gempa dan tsunami yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah. Di tengah penayangan video itu, dia bertanya penyebab musibah tersebut.
 
"Kemudian ibu guru itu bertanya kepada muridnya. Ini salah siapa? Salah pemerintah. Salah Jokowi," kata orang tua murid itu meniru ucapan guru.
 
Nelty pun meminta siswanya tidak memilih Jokowi di Pilpres mendatang. Cerita ini kemudian viral di media sosial.


(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILPRES 2019
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 16-10-2018