Pemprov DKI Diminta Bangun RPTRA di RW Terpadat

Whisnu Mardiansyah - 13 September 2017 03:00 wib
Suasana di RW 16, Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat. Foto: Whisnu Mardiansyah/MTVN
Suasana di RW 16, Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat. Foto: Whisnu Mardiansyah/MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Sarana dan prasarana publik di RW 16, Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat sangat minim. Hal ini membuat Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) menjadi idaman warga setempat.

RW ini memiliki lebih dari 30 ribu warga. Terdapat 24 Rukun Tetangga (RT) di RW 16. Jumlah itu membuat RW 16 menjadi wilayah yang terpadat di Jakarta. Kepadatan ini pun membuat potensi munculnya masalah sosial dan bencana sangat tinggi. Begitu juga dengan gesekan antarwarga.

Karena itu, Sugeng Kustiyanto, salah satu pengurus RW 16, minta Pemprov DKI Jakarta dapat membangun RPTRA di wilayahnya. Sugeng yakin keberadaan RPTRA mampu menyelesaikan segala permasalahan di RW 16.

Sugeng menyadari pembangunan RPTRA terkendala minimnya lahan. Tapi, ia yakin Pemprov DKI mampu membeli lahan untuk dibangun RPTRA.

"Ada lahan milik pemerintah. Pemprov bisa beli itu buat bangun RPTRA," kata Sugeng kepada Metrotvnews.com, Selasa 12 September 2017.

Tak hanya RPTRA, ia menilai wilayahnya butuh Hydrant karena rawan bencana kebakaran. Menurut dia, lokasi permukiman yang berhimpit membuat warga bakal kesulitan melakukan proses evakuasi jika terjadi kebakaran.

RW 16 ini pun tak punya sarana pompa air. Hanya tersedia dua alat pemadam api ringan yang ditempatkan di kantor sekretariat RW. "Kami minta dibuatkan Hydrant (atau) saluran air," ujar dia.


(AZF)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PEMPROV DKI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 23-11-2017