Kejaksaan Meneliti Kelengkapan Berkas Jonru Ginting

Deny Irwanto - 13 Oktober 2017 13:18 wib
Jonru Ginting. Foto: Antara/Reno Esnir
Jonru Ginting. Foto: Antara/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Jakarta: Berkas kasus tersangka ujaran kebencian, Jonru Ginting, masih diteliti Kejaksaan Tinggi DKI. Berkas tersebut sudah dirampungkan penyidik Ditreskrimsus pada Rabu 11 Oktober 2017.
 
"Jaksa tengah meneliti kembali kelengkapan formal dan materil berkas perkara hasil penyidikan," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DKI, Nirwan Nawawi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Jumat 13 Oktober 2017.
 
Nirwan belum bisa memastikan kapan berkas tersebut rampung diteliti. Namun, berkas akan dikembalikan kepada Kepolisian jika masih ada kekurangan.

Baca: Jonru Ginting tak Menyesali Perbuatannya 

Sebaliknya, jika berkas dinyatakan lengkap, barang bukti beserta tersangka segera dilimpahkan polisi untuk disidangkan.
 
"Apabila penyidikan dianggap lengkap, memenuhi syarat pembuktian unsur tindak pidana yang disangkakan, maka jaksa memberitahukan agar tersangka dan barang bukti segera diserahkan untuk dinaikkan ke tahap penuntutan," jelas Nirwan.
 
Sebelumnya Jonru dilaporkan Muannas Al Aidid, Kamis 31 Agustus 2017. Dalam laporan bernomor LP/4153/VIII/2017/PMJ/Dit Reskrimsus itu, Jonru disebut menebar ujaran kebencian di media sosial pada periode Maret hingga Agustus 2017.

Baca: Istri Jonru Ginting Minta Perlindungan kepada Fadli Zon

Laporan merujuk pada Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Tak hanya itu, Jonru juga sudah dilaporkan seorang pengacara bernama M. Zakir Rasyidin terkait hal yang sama.
 
Jonru ditetapkan tersangka dan ditahan di Polda Metro sejak Jumat 29 September 2017. Dia mempertimbangkan mengajukan praperadilan dan penangguhan penahanan.




(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG UJARAN KEBENCIAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 14-12-2017