Sopir Tambah Ongkos bila Angkot Berpendingin

M Rodhi Aulia - 07 Desember 2017 14:38 wib
Ilustrasi angkot - Medcom.id/M Rodhi Aulia.
Ilustrasi angkot - Medcom.id/M Rodhi Aulia.

Jakarta: Pemberlakuan Angkutan umum atau angkutan kota (angkot) harus berpendingin udara (AC) diwacanakan mulai 2018. Sopir angkot keberatan dengan wacana itu.

"Cari sewanya (penumpangnya) juga sangat susah sekarang. Kalau dikasih AC, ongkosnya harus naik karena ini akan menambah biaya operasional lebih tinggi," kata Eddy, sopir Mikrolet M 09 A rute Tanah Abang-Kebayoran, kepada Medcom.id, Kamis, 7 Desember 2017.

Eddy menuturkan sejak menjamurnya angkutan online, penumpang angkot semakin sepi. Belum lagi ada saja penumpang yang tidak membayar ongkos secara penuh. 

"Sekarang tarif Kebayoran-Tanah Abang Rp6.000. Jarak dekat Rp4.000. Kalau pakai AC minimal Rp8.000 jarak jauh, tapi kadang penumpang bayar kurang dari itu," ucap dia.

Eddy menyebut angkot berfasilitas AC sulit diberlakukan. Sebab, pintu angkot sering dibuka-tutup. Sehingga AC dikhawatirkan tidak optimal. Ditambah  sopir tidak bisa mencari penumpang dengan kaca yang selalu tertutup.

"Kami juga kalau mau manggil penumpang, kan tangan harus keluar dari jendela. Kalau jendela tertutup, kan susah," ucap dia.

Eddy menyebut aturan itu susah diterapkan. Namun, jika semua angkot menerima wacana itu, ia tidak masalah.

"Mau gimana lagi, kalau aturannya seperti itu. Tapi saya ingatkan bagaimana keluhan kami itu dijawab jika AC itu benar diwajibkan," tandas dia.

Semua angkot diminta menyediakan AC pada 2018. Beleid itu tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 29 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek.


(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG ANGKOT
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 13-12-2017