Harga Tanah di Pulau C dan D Rp3,1 Juta per Meter

LB Ciputri Hutabarat - 12 September 2017 13:50 wib
Foto udara pulau hasil reklamasi di Teluk Jakarta, Kamis (11/5/2017). Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Foto udara pulau hasil reklamasi di Teluk Jakarta, Kamis (11/5/2017). Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso

Metrotvnews.com, Jakarta: Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dua pulau reklamasi, yakni pulau C dan pulau D telah ditetapkan. Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Edi Sumantri mengatakan penetapan NJOP kedua pulau itu sesuai Surat Keterangan yang dikeluarkan BPRD.

"Kalau berdasarkan SK NJOP pada 23 Agustus sebesar Rp3,1 juta per meter," kata Edi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa, 12 September 2017.

Edi menjelaskan, angka itu didapat dari penilaian Konsultan Jasa Penilai Publik (KJPP). Angka ini berlaku untuk tanah dengan hamparan kosong.

"Objek khusus dilakukan penilaian secara individual oleh lembaga yang bersifat independen. BPRD meminta KJPP independen untuk menilai. Hasil penilaiannya dituangkan dalam bentuk SK NJOP," kata dia.

Kemudian, Edi memastikan penerbitan NJOP tidak ada sangkut pautnya dengan pengembang-pengembang pulau reklamasi. Pihaknya hanya meneruskan dari apa yang diminta Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD).

"Penerbitan NJOP berdasarkan permintaan BPAD. Saya tak terkait dan tak tahu tentang Kapuk Naga Indah. Jadi, ada surat resmi dari BPAD meminta agar menilai NJOP untuk kepentingan aset Pemprov," kata dia.

Baca: Moratorium Reklamasi Pulau C dan D Dicabut Pekan Ini

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) telah mencabut sanksi administrasi atas reklamasi pulau C dan D. Alasannya, PT Kapuk Naga Indah selaku pengembang pulau C dan D sudah memenuhi 11 poin sanksi administrasi yang diminta Kementerian LHK selama moratorium.

Pembenahan tersebut, kata dia, dilaksanakan selama 14 bulan terhitung Mei 2016. "Misalnya, kita minta dia hentikan operasional, dia lakukan. Kemudian, kita minta dia ubah dokumen lingkungannya, amdalnya sudah diubah," Menteri LHK Siti Nurbaya.




(UWA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG REKLAMASI TELUK JAKARTA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 23-11-2017