Sanksi Sosial Dorong Oknum Aparat Persekusi Pasangan Kekasih di Tangerang

- 15 November 2017 11:33 wib
Ilustrasi. (Metrotvnews.com)
Ilustrasi. (Metrotvnews.com)

Jakarta: Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif mengungkapkan motif dibalik aksi persekusi yang dilakukan oleh oknum aparat wilayah dan warga terhadap sepasang kekasih di Cikupa, Tangerang, Banten.

Menurut Alif, aksi persekusi dan penggerebekan yang dilakukan warga terhadap sepasang kekasih yang diduga hendak berbuat mesum itu dilatarbelakangi oleh keinginan untuk memberi sanksi sosial.

"Oknum RT, RW dan warga menganggap hukum sosial efektif memberikan jera dengan cara mempermalukan dan lainnya. Padahal itu sangat berdampak hukum besar pada yang bersangkutan," ujar Alif, melalui sambungan Skype dalam Metro Pagi Primetime, Rabu 15 November 2017.

Alif mengatakan sebelumnya tidak ada informasi yang melatarbelakangi penggerebekan dan persekusi yang dilakukan terhadap sepasang kekasih di sebuah indekos itu.

Bahkan saat oknum RT mendobrak pintu yang sebetulnya tidak tertutup rapat, bersama warga langsung menggiring sepasang kekasih itu untuk keluar tanpa bertanya maupun meminta keterangan yang bersangkutan.

Tindakan reaktif inilah yang diduga melatarbelakangi oknum aparat wilayah bersama warga melakukan persekusi bahkan disertai tindak kekerasan terhadap kedua korban.

"Oknum ini ingin hukum sosial itu cepat untuk menghakimi seseorang. Mungkin pada saat itu ketua RT melihat ada laki-laki di sana dan langsung reaktif untuk mendatangi," katanya.

Meski begitu Alif mengatakan pihaknya akan terus mendalami motif yang melatarbelakangi aksi persekusi tersebut termasuk kemungkinan adanya tersangka baru.

Namun terlepas dari motif apapun, Dia meminta jangan dipandang apakah korban akan berbuat mesum atau tidak tetapi alasan mengapa oknum yang seharusnya melindungi warga justru menjadi otak dari aksi tersebut.

"Ini jadi pembelajaran hukum jangan sampai hal-hal seperti ini terjadi lagi. Yang penting masyarakat memahami untuk ke depannya," jelas Alif.




(MEL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KEKERASAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 23-11-2017