Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.641.144.273 (17 JULI 2018)

IPAL Bermasalah Kerap Ditemui Saat Sidak Pengelolaan Air

Ilham wibowo - 10 Juli 2018 17:14 wib
Sidak pengelolaan air. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Sidak pengelolaan air. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Jakarta: Izin pengelolaan air limbah (IPAL) tak sesuai prosedur kembali ditemui dalam sidak pengelolaan air tanah di gedung industri. Masalah ini sebelumnya juga ditemukan dalam sidak gedung tinggi.

"Ada tiga, IPAL, ada yang belum bikin IPAL, ada yang pakai IPAL komunal, istilahnya IPAL dari PAL jaya, ada yang buat sendiri. Kalau di sini (Jakarta Timur) saluran belum ada, rata-rata bikin IPAL sendiri," kata ketua tim A sidak pengelolaan air tanah Agus Rijanto di Gedung SOHO, Jakarta Timur, Selasa, 10 Juli 2018.

Pada sidak pertama, Senin, 9 Juli 2018, para pengelola gedung diingatkan agar segera mengurus izin. Pasalnya, gedung industri diwajibkan membuat pengelolaan limbah yang terkontrol dan transparan. 

"Kemarin memang masih ada. Kalau belum ya mereka harus urus. Di sini (SOHO) sudah ada IPAL izin ada, IMB (izin mendirikan bangunan) ada semua ada. Kalau catatan di sini ya cuman sumur resapan," kata Agus.

Pada medio Maret 2018, Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Ali Maulana Hakim membeberkan evaluasi terhadap sidak gedung tinggi di Jakarta. Diketahui, pengelolaan air limbah tak jadi perhatian serius pengelola pencakar langit di Ibu Kota. 

"Di Sequis Center (Sudirman), ditemukan air limbah gedung mengalir ke saluran kota dengan kondisi keruh dan bau," katanya.

Baca: Baru 4 Gedung Memenuhi Pengelolaan Air dan IPAL

Kondisi serupa juga ditemui di Plaza Asia dan Menara Sudirman. Kedua gedung pencakar langit itu punya problem serupa, di antaranya, tak memiliki izin pembuangan air limbah dan tidak melakukan pemeriksaan air limbah secara rutin. Gedung juga tak memenuhi ketentuan teknis.

"Tidak memiliki flow meter, titik pengambilan sampel, pencatatan swapantau harian, SOP dan tidak membuat neraca air. Hasil pengamatan lapangan air hasil olahan IPAL keruh dan berbau," kata Ali.


(OGI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG AIR TANAH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 19-07-2018