DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.147.901 (21 SEP 2018)

Menutup Tempat Hiburan tak Hentikan Peredaran Narkoba

- 16 April 2018 11:05 wib
Ilustrasi-- Penutupan dan penyegelan tempat hiburan malam. (Foto: MI/Pius Erlangga)
Ilustrasi-- Penutupan dan penyegelan tempat hiburan malam. (Foto: MI/Pius Erlangga)

Jakarta: Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Sulistiandriatmoko menilai peredaran narkoba tidak akan berhenti hanya dengan menutup sebuah tempat hiburan malam.

Menurut Sulis, terpenting yang harus dilakukan adalah pengawasan. Terutama oleh pemerintah daerah terkait penerbitan izin usaha yang menjadi celah bagi pengusaha hiburan malam untuk 'melebarkan sayap' dengan mengedarkan narkoba.

"Kalau ditutup kemudian berganti nama lalu buka lagi dengan izin yang begitu lagi fungsi pengawannya bagaimana? Tentu tidak jauh berbeda dengan izin yang sama yang digunakan sebelumnya. Artinya pengawasan (pemerintah daerah) gagal," katanya, dalam Metro Pagi Primetime, Minggu, 15 April 2018.

Sulis mengatakan fungsi pengawasan pemerintah daerah terkait izin usaha harus lebih efektif dan selektif. Bekas tempat hiburan malam yang sudah tutup kemudian mengajukan izin lagi tak perlu diberikan.

Pengawasan ekstra ketat paling tidak, kata Sulis, merupakan upaya pencegahan agar kasus-kasus serupa tidak kembali berulang. "Pengawasan harus tegas dan konsisten. Kalau enggak pasti ditawar-tawar oleh mereka," katanya.

Sulis menambahkan pemberantasan yang dilakukan BNN harus didukung dengan sinergi pemerintah daerah dalam perangkat hukum administrasi. Sebab, jika pendekatan yang digunakan hanya dari sisi pidana akan sulit.

Perbuatan pidana, kata Sulis, harus dilakukan berdasarkan atas barang bukti dan pelaku. Jika didukung dengan penegakan peraturan daerah akan sangat baik.

"Bahkan bila dalam satu grup atau holding kedapatan atau terbukti melakukan pelanggaran, peredaran gelap, dan penggunaan, perusahaan yang satu kesatuan bisa ditutup. Dengan begini (pemberantasan narkoba) pasti lebih bagus dan efektif," jelas dia.




(MEL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG NARKOBA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 22-09-2018