Penghuni Rusun Sengaja Bangun Lapak Liar untuk Disewakan

Whisnu Mardiansyah - 13 September 2017 14:36 wib
Bangunan liar di kawasan rumah susun Bidara Cina. Foto: MTVN/Whisnu
Bangunan liar di kawasan rumah susun Bidara Cina. Foto: MTVN/Whisnu

Metrotvnews.com, Jakarta: Sejumlah penghuni Rumah Susun Bidara Cina diduga sengaja membangun bangunan liar di sekitar lokasi. Tujuannya untuk disewakan kepada pendatang.
 
Bangunan liar di sekitar Rusunami Bidara Cina secara umum sudah lama dikeluhkan. Selain kotor dan kumuh, bangunan itu membuat kawasan Rusun Bidara Cina semerawut.
 
Berdasarkan data Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta, ada 60 bangunan liar di Rusun Bidara Cina. Bangunan liar tersebut sudah puluhan tahun dijadikan lahan bisnis untuk disewakan. Bangunan liar digunakan sebagai tempat usaha, lahan parkir dan gudang.

Baca: Pemilik Bangunan Liar Rusunami Bidara Cina Membongkar Sendiri 

Salah satu warga, Zaini, mengatakan, penghuni bangunan liar bukan warga asli Rusun. Mereka adalah pendatang yang menyewa kepada warga oknum penghuni Rusun.
 
"Sebenarnya enggak boleh. Tapi ada lah yang nyewain," kata Zaini kepada Metrotvnews.com di Rusunami Bidara Cina, Jalan Otista Raya, Jakarta Timur, Rabu 13 September 2017.
 
Menurutnya, banyaknya bangunan liar di Rusun karena Ketua RW tak cepat merespon. Padahal hal ini sudah lama dikeluhkan warga.
 
Saat dimintai konfirmasi terkait hal ini, Ketua RW 016, Agus, enggan berkomentar. Ia mengatakan, hal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Dinas Perumahan. "Tanya saja yah ke Dinas perumahan. Jangan ke saya," kata Agus.

Baca: Pemilik Bangunan Liar hanya Bisa Pasrah

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta akan menertibkan sedikitnya 331 bangunan liar di sekitar rumah susun sederhana milik. Seperti di kawsan Tanah Tinggi, Petamburan, Bendungan Hilir II, Karet Tengsin I, Tambora III, dan Bidara Cina.

Penertiban di Rusunami Bidara Cina dilakukan pada 14 September, Bendungan Hilir II pada 20 September, Tanah Tinggi pada 11 Oktober, Karet Tengsin I pada 18 Oktober. Kemudian, Rusunami Tambora III pada 8 November, serta Petamburan 22 November.
 
Tercatat ada 47 bangunan liar di sekitar Rusunami Bendungan Hilir II, 60 di Rusunami Bidaracina, 38 di Rusunami Tanah Tinggi, 43 di Rusunami Karet Tengsin I, 58 Rusunami Tambora III, dan 85 di Rusunami Petamburan.
 


(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BANGUNAN LIAR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 24-09-2017