Pemilik Bangunan Liar hanya Bisa Pasrah

Whisnu Mardiansyah - 13 September 2017 13:39 wib
Bangunan liar di sekitar Rusunami Bidara Cina--Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah
Bangunan liar di sekitar Rusunami Bidara Cina--Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebanyak 60 bangunan liar di sekitar Rusunami Bidara Cina akan diratakan dengan tanah. Perobohan bangunan dijadwalkan, besok.

Tak ada pemilik bangunan yang protes. Sebaliknya, sebelum diambrukkan paksa, mereka justru berinisiatif membongkar sendiri huniannya.

Pemilik bangunan, kepada Metrotvnews.com, mengaku, sadar menyalahi aturan. Rahmah, salah satunya. Pedagang saur mayur itu tahu membangun warung di jalur hijau di depan rusunami adalah tindakan keliru.

Ia menjelaskan sudah berjualan lima tahun di lokasi tersebut. Lokasi yang strategis tepat di pintu masuk Rusun yang menarik dia membangun warung semi permanen di lokasi tersebut.

Baca: Pemilik Bangunan Liar Rusunami Bidara Cina Membongkar Sendiri

Sebelum Ramadan tahun ini, ia bersama pemilik bangunan liar lainnya, menerima surat peringatan pertama (SP1) untuk mengosongkan bangunannya. Sebelum surat SP3 terbit, warga berinisiatif membongkar bangunannya sendiri.

"Kita sadar kita menyalahi aturan. Nanti sore mau beres-beres. Tanggung ini ngabisin dagangan," kata Rahmah kepada Metrotvnews.com di Rusunami Bidara Cina, Jalan Otista Raya, Jakarta Timur, Rabu 13 September 2017.

Salah satu pemilik bangunan lainya, Buce menjamin proses pembongkaran esok hari akan berjalan lancar. Tanpa ada penolakan dari warga. Ia pun mengatakan tidak ganti rugi sepeser pun dari Pemprov DKI. "Tidak ada penolakan warga semua menerima. Rusun mau dikembalikan ke fungsinya semula," ujar Buce.

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta akan menertibkan sedikitnya 331 bangunan liar di sekitar rumah susun sederhana milik (rusunami) Tanah Tinggi, Petamburan, Bendungan Hilir II, Karet Tengsin I, Tambora III, dan Bidara Cina.

Dinas Perumahan akan bertahap menggusur. Penertiban di Rusunami Bidara Cina dilakukan pada 14 September, Bendungan Hilir II pada 20 September, Tanah Tinggi pada 11 Oktober, Karet Tengsin I pada 18 Oktober. Kemudian, Rusunami Tambora III pada 8 November, serta Petamburan 22 November.

Tercatat ada 47 bangunan liar di sekitar Rusunami Bendungan Hilir II, 60 di Rusunami Bidaracina, 38 di Rusunami Tanah Tinggi, 43 di Rusunami Karet Tengsin I, 58 Rusunami Tambora III, dan 85 di Rusunami Petamburan.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BANGUNAN LIAR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 23-11-2017