Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.408.300.797 (20 JUNI 2018)

Cuti Melahirkan PNS Pria untuk Mengokohkan Keluarga

Sunnaholomi Halakrispen - 14 Maret 2018 15:42 wib
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno - Medcom.id/Haifa Salsabila
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno - Medcom.id/Haifa Salsabila

Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengungkapkan cuti bagi pegawai negeri sipil (PNS) pria dibuat berdasarkan pesan pemerintah pusat dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Dia bilang perlu kerja sama antara suami istri di masa-masa awal kelahiran anak. 

"Ini mudah-mudahan bisa dinikmati oleh para PNS untuk membangun keluarga yang insyaallah embrio dari pada masa keemasan dari pada bayi tersebut," ucap Sandi di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Rabu, 14 Maret 2018. 

Cuti menemani istri usai melahirkan berdurasi satu bulan. Yaitu satu minggu sebelum melahirkan dan tiga minggu setelah kelahiran.

Sandi menegaskan suami istri memiliki tanggung jawab yang besar terhadap kelahiran dan perkembangan bayi.

"Kita bikin cuti dan kebijakan ini mudah-mudahan bisa membangun landasan keluarga yang lebih kokoh karena bagaimanapun juga ketahanan nasional dimulai dari ketahanan keluarga," kata dia. 

Baru-baru ini kebijakan ihwal PNS pria diperbolehkan cuti menemani istri melahirkan ramai dibicarakan. Aturan itu bukan dikeluarkan Pemprov DKI Jakarta. Namun, BKN RI.

(Baca juga: Pemprov Klaim Aturan Cuti Lahiran untuk Suami Telah Diterapkan)

Pemerintah melalui Peraturan Kepala (Perka) BKN Nomor 24 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pemberian Cuti PNS telah mengatur secara rinci mengenai tata cara pemberian cuti berdasarkan jenis cuti, di antaranya adalah cuti alasan penting (CAP).

Dalam lampiran Perka BKN Nomor 24 Tahun 2017 poin IIE Nomor 3 disebutkan, PNS laki-laki yang istrinya melahirkan/operasi sesar dapat diberikan cuti karena alasan penting dengan melampirkan surat keterangan rawat inap dari Unit Pelayanan Kesehatan.

“Lamanya cuti karena alasan penting ditentukan oleh pejabat yang berwenang memberikan cuti paling lama 1 (satu) bulan,” bunyi poin IIE Nomor 6 Lampiran Perka BKN itu, seperti dikutip setkab.go.id 

Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) BKN Mohammad Ridwan menjelaskan, kebijakan pemberian cuti bagi PNS laki-laki untuk mendampingi istrinya melahirkan merupakan salah satu bentuk dukungan Pemerintah pada pengarusutamaan gender dengan memberikan kesempatan sama kepada PNS laki-laki dan wanita dalam mengurus keluarga.


 


(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG ANIES-SANDI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 21-06-2018