Dalang Penyerang Kantor Kemendagri Masih Dicari

Deny Irwanto - 13 Oktober 2017 13:37 wib
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. Foto: Antara/Reno Esnir
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. Foto: Antara/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik Polda Metro Jaya belum menemukan dalang yang mengendalikan puluhan orang untuk merusak kantor Kementerian Dalam Negeri beberapa waktu lalu. Penyidik masih fokus menyelesaikan pemberkasan 11 tersangka yang sudah ditahan.
 
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan, penyidik akan bertahap menyelidiki hal tersebut. "Belum kita temukan (dalang). Jadi spontan (pengerusakan) karena jenuh terlalu lama menunggu. Mungkin kemarin puncaknya kejenuhan dan dilampiaskan seperti itu," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat 13 Oktober 2017.

Baca: Penyerang Kantor Kemendagri Terancam Lima Tahun Penjara

Argo menjelaskan, setelah pemberkasan 11 tersangka selesai, penyidik akan melimpahkannya ke Kejaksaan untuk segera disidangkan.
 
Argo juga memastikan, pihaknya sudah sesuai aturan dalam menetapkan 11 orang tersebut sebagai tersangka. Bukti yang menjerat mereka di antaranya pecahan pot, pecahan kaca, mobil yang diduga dirusak, dan pegawai Kemendagri yang diduga menjadi korban penganiayaan saat kejadian serta keterangan sejumlah saksi di lokasi.
 
"kita proses, kita berkas, kita ajukan ke kejaksaan," jelas Argo.
 
Sebelumnya Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menjelaskan, penyerangan Kantor Kemendagri dilakukan sekelompok orang dari Tolikara, Papua. Mereka sudah diterima Tjahjo dua kali di Kemendagri.

Baca: Kemendagri Laporkan Insiden Penyerangan dan Perusakan     

"Kelompok mereka sudah dua kali saya terima. Pertama, saya terima di ruang kerja menteri dan semalam saya terima di depan Kantor Kemendagri," ujar Tjahjo dalam keterangan tertulis, Rabu 11 Oktober 2017.
 
Mereka menyerang, kata Tjahjo, lantaran Mendagri menolak mengabulkan permintaan terkait hasil Pilkada yang sudah diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).
 
"Mereka suruhan calon peserta Pilkada yang kalah pilkada dan sudah ada Keputusan MK. Mereka minta saya membatalkan keputusan MK dan melantik calon yang kalah," kata politikus PDI Perjuangan itu.




(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENYERANGAN KANTOR KEMENDAGRI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 14-12-2017