DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Sampah DKI Bisa Hasilkan Listrik 165 MW

Achmad Zulfikar Fazli - 10 Juli 2018 20:00 wib
TPST Bantargebang, Bekasi, Jabar. Foto: Medcom.id.
TPST Bantargebang, Bekasi, Jabar. Foto: Medcom.id.

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dapat meraup keuntungan dari pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sampah itu bisa menghasilkan listrik hingga 165 megawatt (MW).

Direktur Utama PT Multi Energi Terbarukan (MET) Yusra Abdi optimistis mampu mengolah sampah secara maksimal, dengan asumsi tambahan volume harian sampah DKI 7.000 ton per hari. Sampah itu dapat diolah menjadi beragam hal.

"Pengolahan sampah secara maksimal yang kita lakukan pastinya juga untuk capaian menghasilkan listrik secara bertahap dalam 5 tahun agar mencapai 165 MW dan bisa mendapatkan air bersih serta bahan baku yang aman untuk pembuatan paving block atau tembok pagar" kata Yusra dalam keterangannya, Selasa, 10 Juli 2018.

Ia menjelaskan PT MET siap mengolah sampah di atas areal seluas 110 hektare itu dengan cara meningkatkan nilai tata kelola sampah. Teknik itu sangat jauh berbeda dari sistem incinerator maupun sanitary landfill.

"Prinsipnya model ini untuk menjadikan sampah sebagai sumber pendapatan yang baru dan signifikan karena sebelumnya, pengolahan sampah adalah beban biaya Pemda DKI Jakarta" ujar dia.

Model ini, kata dia, juga mampu membuat Pemprov DKI menghindar dari upaya penambahan area penampungan sampah serta biaya lain seiring perkembangan zaman. Biaya pengelolaan sampah menjadi jauh lebih kecil.

"Karena dari biaya itu bisa memproduksi energi listrik yang berharga jual jauh di atas biaya tersebut atau dipergunakan sendiri. Apalagi, listrik itu diproduksi dalam tingkat polusi jauh di bawah ambang batas yang ditoleransi oleh perundang-undangan" jelas dia.

Di sisi lain, kata dia, warga Jakarta bisa dilibatkan secara langsung maupun tidak langsung dalam dinamika teknologi ini. Ia menilai program ini juga bisa diakomodasi ke dalam OK OCE.

Baca: Sampah Warga Jakarta Meningkat Saat Bulan Ramadan

"Pada prinsipnya jika investasi teknologi ini disetujui, akan memberikan dampak positif yang lebih signifikan ketimbang dari  model yang dijalankan saat ini" kata dia.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengelolaan Kebersihan dan Limbah Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat Abdul Rahim menyambut baik teknologi PT MET untuk mengelola sampah di TPST Bantargebang itu. Pemprov DKI akan mengkaji penggunaan teknologi tersebut.

"Lihat dari paparan kan semua baik, menampilkan yang terbaik. Tapi, belum kita kaji," ujar dia.


(OGI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG SAMPAH JAKARTA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 19-12-2018