Pemilik Bangunan Liar Rusunami Bidara Cina Membongkar Sendiri

Whisnu Mardiansyah - 13 September 2017 12:48 wib
Dasrizal salah satu pemilik bangunan liar di sekitar Rusunami Bidara Cina membongkar sendiri bangunannya sebelum ditertibkan Dinas Perumahan. Foto: MTVN/Whisnu Mardiansyah
Dasrizal salah satu pemilik bangunan liar di sekitar Rusunami Bidara Cina membongkar sendiri bangunannya sebelum ditertibkan Dinas Perumahan. Foto: MTVN/Whisnu Mardiansyah

Metrotvnews.com, Jakarta: Puluhan bangunan liar di sekitar rumah susun sederhana milik (Rusunami) Bidara Cina, Jatinegara bakal ditertibkan pada 14 September 2017. Warga membongkar bangunannya sendiri sebelum ditertibkan.

Pantauan Metrotvnews.com, para pemilik bangunan liar mengais sisa-sisa kayu dan material yang masih bisa dimanfaatkan. Rata-rata bangunan liar itu semi permanen dari material kayu dan seng.

Dasrizal salah satu pemilik bangunan liar mengatakan, bangunan liar di Bidara Cina sudah berdiri puluhan tahun. Awalnya, lahan tersebut direncanakan dijadikan ruang terbuka hijau.

"Awalnya buat taman tapi engga jadi-jadi. Lama-lama timbul satu-satu bangunan liar," kata Dasrizal kepada Metrotvnews.com di Rusunami Bidara Cina, Jalan Otista Raya, Jakarta Timur, Rabu 13 September 2017.

Katanya, rerata bangunan liar diperuntukan untuk tempat usaha dan parkir mobil. Namun, tidak sedikit juga yang disewakan kepada pihak ketiga.


Suasana pembongkaran bangunan liar di sekitar Rusunami Bidara Cina yang dibongkar sendiri oleh para pemilik. Foto: MTVN/Whisnu Mardiansyah

Pemilik bangunan lainya, Buce mengatakan dirinya tak menampik bangunan liar tersebut menyalahi aturan. Ia pun pasrah bangunan miliknya yang diperuntukan untuk usaha warnet harus dibongkar.

"Mau gimana lagi ini kan bukan tanah kita. Kita sudah puluhan tahun nempatin," ujarnya.

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta akan menertibkan sedikitnya 331 bangunan liar di sekitar rusunami Tanah Tinggi, Petamburan, Bendungan Hilir II, Karet Tengsin I, Tambora III, dan Bidara Cina.

Penggusuran oleh Dinas Perumahan akan dilakukan bertahap. Penertiban di Rusunami Bidara Cina dilakukan pada 14 September, Bendungan Hilir II pada 20 September, Tanah Tinggi pada 11 Oktober, Karet Tengsin I pada 18 Oktober. Kemudian, Rusunami Tambora III pada 8 November, serta Petamburan 22 November.

Tercatat ada 47 bangunan liar di sekitar Rusunami Bendungan Hilir II, 60 di Rusunami Bidaracina, 38 di Rusunami Tanah Tinggi, 43 di Rusunami Karet Tengsin I, 58 Rusunami Tambora III, dan 85 di Rusunami Petamburan.


(MBM)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BANGUNAN LIAR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 23-11-2017