Macam-macam Teknologi Jepang yang Bakal Dipakai di Stasiun MRT Jakarta

Intan fauzi - 07 Desember 2017 06:38 wib
Seorang petugas melakukan ujicoba Passanger Gate MRT/Medcom.id/Intan Fauzi
Seorang petugas melakukan ujicoba Passanger Gate MRT/Medcom.id/Intan Fauzi

Jepang: PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta sangat serius memastikan standar penggunaan sistem penunjang perkeretaapian. Salah satu sistem yang digunakan yakni Automatic Fare Collection (AFC) System, yang terdiri dari Passenger Gate (PG), Ticket Vending Machine (TVM), dan Automatic Vending Machine (AVM).

Dalam menyiapkan sistem tersebut, PT MRT Jakarta bekerjasama dengan perusahaan asal Jepang yang bergerak dalam bidang teknologi perkeretaapian, Nippon Signal. PT MRT Jakarta memesan perangkat AFC sistem kepada perusahaan yang berdiri sejak 1928 itu.

Ticket Vending Machine 35 buah, Automatic Vending Machine 25 buah, dan Passenger Gate 99 set,” ujar Overseas Sales Department Nippon Signal, Satoshi Konnai, di Utsunomiya Plant, Tochigi, Jepang, Senin 27 November 2017.

Satoshi menjelaskan, dengan menggunakan perangkat-perangkat tersebut, MRT Jakarta bisa menentukan jarak dan biaya perjalan secara otomatis. Pun penumpang bisa menggunakan perangkat tersebut dengan mudah.

“Mesin AFC ini akan dikirim ke Jakarta sekitar Februari hingga Maret (2018),” tambah Satoshi.


Foto 2: penjelasan TVM oleh pegawai Nippon Signal/Medcom.id/Intan Fauzi

Jumlah pesanan perangkat AFC System masih mungkin bertambah. Corporate Secretary MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah menjelaskan, pesanan disesuaikan dengan perkiraan jumlah penumpang MRT Jakarta saat beroperasi nanti, yaitu sekitar 173.000 penumpang per harinya.

Namun, total kontrak awal antara MRT Jakarta dengan Nippon Signal senilai Rp2,7 triliun. Kontrak tersebut masuk dalam paket 107 bersamaan dengan kontrak sistem perkeretaapian.

“(Paket kontrak 107) Rp2,7 triliunan, termasuk railway system dan track work, di dalamnya ada Passanger Gate 99 unit,” kata pria yang akrab disapa Hikmat itu.


Passanger Gate pesanan MRT/Medcom.id/Intan Fauzi

Seluruh pesanan MRT Jakarta itu sudah terpajang di salah satu pabrik milik Nippon Signal, Utsunomiya Plant. Hikmat beserta beberapa perwakilan awak media berkesempatan langsung melihat dan menguji coba perangkat tersebut.

General Manager Production Control Department Utsunomiya Plant, Masatoshi Hata, memastikan produk yang dibuat oleh perusahaannya memiliki keunggulan. Contohnya, performa Passanger Gate untuk MRT Jakarta sama dengan yang digunakan di Jepang, penumpang bisa menempelkan kartu sekaligus melewati perangkat tersebut.

“Passanger Gate dapat membaca kartu dengan cepat, kinerjanya 60 orang per menit, sehingga penumpang tak perlu menunggu gate terbuka untuk masuk,” jelas Masatoshi.


Foto Contoh layar TVM/Medcom.id/Intan Fauzi

Hingga kini, belum ada Passenger Gate di Indonesia, khususnya di Jakarta, yang dapat membaca kartu secepat itu. Performa Passanger Gate yang dimiliki PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) masih 30 orang per menit.

Sementara itu, untuk Ticket Vending Machine dan Automatic Vending Machine bisa sama-sama digunakan untuk membeli tiket MRT Jakarta dan melakukan isi ulang saldo. Kelebihannya, mesin ini bisa membeli empat kartu sekaligus.

“Maksimal dapat membeli empat tiket, bisa isi ulang saldo, terdapat uang kembalian,” tutur Masatoshi.

Selain perangkat-perangkat tersebut, Nippon Signal juga bakal memproduksi kartu untuk MRT Jakarta dengan menggandeng Sony FeliCa, yakni perusahaan yang sudah lama memproduksi kartu untuk transportasi umum di Jepang.

Mengenal Lebih Dalam Nippon Signal

Nippon Signal merupakan perusahaan asal negeri sakura yang bergerak di bidang teknologi perkeretaapian. Didirikan tahun 1928, Nippon Signal juga berkontribusi dalam memproduksi sistem persinyalan untuk kereta cepat Shinkansen.

“Shinkansen sekarang pun masih menggunakan system lama, sekarang sedang banyak perbaikan system Shinkansen yang baru,” ujar Senior Executive Officer Nippon Signal, Hisatoshi Horiuchi.

Nippon Signal memiliki dua lokasi pabrik, yang pertama Kuki Plant yang berada di Kota Kuki, Saitama, Jepang. Kuki Plant fokus memproduksi sistem persinyalan kereta api yang dinamakan Communication Based Training Control (CBTC).

Yang kedua merupakan Utsunomiya Plant yang menjadi lokasi perangkat AFC System MRT Jakarta dirakit. Di Utsunomiya juga terdapat pabrik pembuatan platform screen door dan ruangan pemeliharaan sekaligus pengembangan untuk mesin-mesin di stasiun.

Pada dasarnya, ada tiga kategori produk Nippon Signal, antara lain AFC System, Smart Security, dan Parking System. Produk Nippon Signal pun sudah dipakai di banyak negara, seperti Brazil, India, Myanmar, Argentina. Indonesia juga bukan pertama kalinya membeli produk dari Nippon Signal.

“MRT Jakarta bukan yang pertama, 30 tahun lalu PT KAI (Kereta Api Indonesia) sudah pernah pakai level crossing (palang penutup persimpangan kereta api) di Stasiun Klender,” ingat Hisatoshi.




(CIT)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PROYEK MRT
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 13-12-2017