Kadishub DKI Sebut Duduk Angkot Hadap Depan tak Efektif

Haifa Salsabila - 07 Desember 2017 11:38 wib
Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansah - Medcom.id/Nur Azizah.
Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansah - Medcom.id/Nur Azizah.

Jakarta: Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansah mengatakan rencana kursi angkutan kota (angkot) menghadap ke depan masih dalam kajian. Kebijakan itu belum dilaksanakan dalam waktu dekat. 

"Itu usulan dari Organisasi Angkutan Darat (Organda). Boleh-boleh saja, tapi harus kita kaji dulu, nggak bisa langsung," ujar Andri ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 7 Desember 2017.

Andri menuturkan ada sejumlah pertimbangan untuk mengubah kursi angkot menghadap ke depan. Salah satunya masuk dan keluar penumpang dirasa kurang efisien. 

"Karena angkot itu kan trayeknya pendek. Makanya di situ pakai kursi berhadap-hadapan karena trayek pendek, jadi in-outnya gampang," lanjut Andri.

Akibat sistem yang kurang efisien itu, waktu yang dibutuhkan oleh angkot untuk berhenti saat penumpang naik dan turun akan bertambah. 

(Baca juga: Sandi Sebut Kursi Penumpang Hadap Depan Lebih Manusiawi)

"Kan padat nih kondisi Jakarta. Berapa banyak waktu kemacetan gara-gara dia berhenti? Tadinya cuma lima detik sekarang jadi 20 detik," ujar Andri.

Selain itu, jumlah penumpang yang bisa diangkut akan semakin berkurang.  "Kalau seumpamanya kita pakai kursi ke depan, penumpang enam tambah satu jadinya tujuh. Kalau kursi hadap-hadapan itu bisa 11 tambah satu, jadinya 12. Kan perbedaannya jauh," jelas dia. 

Akibatnya, ada kemungkinan jumlah armada angkot bertambah untuk menyesuaikan dengan jumlah keterangkutan tersebut. "Kan di satu sisi kita ingin mengatasi kemacetan," ujar dia. 

Andri mengaku pihaknya menerima setiap usulan yang masuk. Tapi usulan itu perlu kajian mendalam.

"Jadi, untuk 2018 belum, (kursi angkot menghadap ke depan)," pungkas dia. 




(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PEMPROV DKI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 13-12-2017