Getol Belajar Bahasa Inggris, Kunci Fauzul Muna Dapatkan Beasiswa

Husen Miftahudin - 15 November 2017 11:41 wib
Ilustrasi pendidikan, MTVN - M Rizal
Ilustrasi pendidikan, MTVN - M Rizal

Jakarta: Sudah lebih setahun Fauzul Muna menuntut ilmu di The University of Manchester, Inggris. Mahasiswi magister program International Development itu merupakan satu dari ribuan orang yang menerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Merengkuh beasiswa untuk kuliah di luar negeri adalah impian Muna sedari kecil. Setelah menamatkan kuliah di Jurusan Sosial dan Kesejahteraan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM), Muna pun getol belajar Bahasa Inggris. Dia pun membagi waktu antara menulis skripsi dan kursus Bahasa Inggris. Tujuannya agar skor IELTS dan TOEFL-nya memenuhi syarat LPDP.

Bagi pendaftar program magister luar negeri, LPDP mensyaratkan skor 80 untuk TOEFL iBT dan 800 untuk IELTS. Syarat itu ditujukan bagi pendaftar yang tidak memiliki LoA Unconditional atau surat pernyataan telah diterima di perguruan tinggi.

"Perlu usaha untuk mendapatkan skor IELTS atau TOEFL segitu. Aku dulu sempat kursus Bahasa Inggris setahun sambil skripsi," akunya.

Ada pula syarat mendapatkan surat rekomendasi yang isinya mencakup kemampuan, karakter, kepemimpinan, serta kualitas akademik sang pendaftar. Muna memegang dua surat rekomendasi layak menerima beasiswa LPDP. Dia direkomendasikan oleh dua profesornya di Fisipol UGM.

Selain itu, syarat rencana studi yang isinya rencana mata kuliah yang akan diambil dan rencana penelitian disertasi harus dipenuhi sang pendaftar. Termasuk juga memenuhi kriteria indeks prestasi kumulatif (IPK) dari jenjang studi sebelumnya, LPDP memprioritaskan pendaftar dengan IPK di atas 3,00 pada skala 4.

Menurutnya, tak ada yang susah untuk mendapatkan beasiswa LPDP, asal ada niat dan usaha yang keras. "Bukan sesuatu yang susah untuk diraih," yakin Muna.

Dengan itu, Muna akhirnya menjadi penerima beasiswa LPDP. Meski divonis penerima beasiswa pada 2015, Muna baru berangkat September 2016. LPDP memberi waktu satu tahun bagi penerima beasiswa untuk mencari kampus yang dituju.

"LPDP memberi beasiswa saja, kampusnya mencari sendiri," tutur Muna mengakhiri.


(RRN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENDIDIKAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 23-11-2017