Nelayan Ber-KTP DKI Tak Sampai 25.000 KK

Intan fauzi - 19 Mei 2017 21:39 wib
Nelayan mengangkat ikan kerapu jenis cantik dari keramba jaring apung di Pulau Kelapa 2, Kepulauan Seribu, Jakarta. Foto: MI/Barry Fathillah
Nelayan mengangkat ikan kerapu jenis cantik dari keramba jaring apung di Pulau Kelapa 2, Kepulauan Seribu, Jakarta. Foto: MI/Barry Fathillah

Metrotvnews.com, Jakarta: Peneliti Lingkungan dari Universitas Indonesia, Firdaus Ali, mengkritik data jumlah nelayan yang sering dipakai untuk menggoyang proyek reklamasi. "Sebanyak 25.000 KK nelayan terdampak reklamasi" acap jadi jualan sejumlah kelompok.

Firdaus mengatakan jumlah itu jauh dari fakta. Isu jumlah nelayan sering diputarbalikan hanya karena komoditas politik saja.

"Saya koreksi, ini sering terjadi pemutarbalikan hanya untuk kepentingan politik. Jumlah nelayan yang resmi ber-KTP DKI itu enggak lebih dari 1.800 keluarga," kata Firdaus kepada Metrotvnews.com, Jumat 19 Mei 2017.

Staf Khusus Menteri PUPR bidang Sumber Daya Air itu meminta segala pihak memahami urgensi reklamasi untuk keberlangsungan Jakarta ke depan. Keuntungan yang didapat dari reklamasi, ia pastikan, juga untuk menyejahterakan para nelayan.

"Jangan gara-gara sedikit ini kita haramkan semua kebaikan padahal kebaikan kita bagikan ke mereka. Tapi jangan halangi kita untuk tidak membenahi Ibu Kota," tegasnya.

Gerakan untuk menghentikan proyek reklamasi kembali mengembang setelah Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, memastikan bakal memenuhi janjinya tersebut. Anies-Sandi membentuk tim sinkronisasi yang salah satunya mengkaji bagaimana proyek yang direncanakan sejak 1995 itu bisa dihentikan.
(SUR)

ADVERTISEMENT
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 26-07-2017