DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Pemakaian Air Tanah Merusak Gedung

M Sholahadhin Azhar - 13 Maret 2018 14:53 wib
Ilustrasi: Siluet pekerja konstruksi menyelesaikan pembangunan gedung bertingkat di Bandung, Jawa Barat. Foto: Antara/M Agung Rajasa.
Ilustrasi: Siluet pekerja konstruksi menyelesaikan pembangunan gedung bertingkat di Bandung, Jawa Barat. Foto: Antara/M Agung Rajasa.

Jakarta: Pemakaian air tanah secara tak langsung menggerus permukaan tanah. Dampak lainnya, kondisi itu akan merusak gedung karena penopangnya tergerus.

"Akan ada kegagalan konstruksi. Ada biaya perbaikan gedung yang besar karena tanahnya turun, bangunan mudah retak," kata Kepala Seksi Pemanfaatan Air Tanah Dinas Perindustrian dan Energi Ikhwan Maulani saat dihubungi, Selasa, 13 Maret 2018.

Kondisi ini akan merugikan bagi pemilik gedung. Hal ini bisa dilihat di kawasan Jakarta Utara. "Di sana, pada saat hujan turun airnya enggak bisa ke mana-mana. Apalagi, kondisinya tanah turun sampai di bawah permukaan air laut," jelas Ikhwan.

Selain itu, ada biaya yang dibayar akibat kerusakan lingkungan. Pasalnya, air tanah yang sudah dipakai tak dapat diregenerasi lagi karena air tak diserap lagi ke dalam tanah. 

Baca: Anies: Gedung Tinggi Langgar Aturan karena Serakah

Gubernur Anies Baswedan tengah membidik 80 gedung lebih di Jakarta terkait pemanfaatan air tanah dan pengelolaan limbah. Kebijakan tersebut sesuai dengan Keputusan Gubernur Nomor 279 Tahun 2018. 

Aturan itu memerintahkan pembentukan tim yang terdiri dari beberapa unsur satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk mengawasi penyediaan sumur resapan, pengelolaan limbah, hingga pemanfaatan air tanah. Ada lima tim yang akan mendatangi gedung-gedung di Ibu Kota. 

"Ini seperti razia gedung tinggi, untuk memastikan mereka menaati semua aturan," kata Anies.


(OGI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG AIR TANAH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 17-12-2018