Satpol PP Penerima Pungli Terancam Sanksi

LB Ciputri Hutabarat - 14 November 2017 14:17 wib
Ilustrasi. Foto: Antara/Rival Awal Lingga
Ilustrasi. Foto: Antara/Rival Awal Lingga

Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberikan sanksi kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang terbukti menerima pungutan liar (pungli). Mereka yang terbukti bersalah bakal dipecat.
 
Kepala Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, Yani Wahyu, mewanti-wanti anak buahnya yang berani main mata soal penertiban Tanah Abang. Dia tak segan-segan menyeret anak buahnya ke Inspektorat.

Baca: Iwan, Sang "Pencabut Nyawa" PKL Tanah Abang 

"Kalau kalian bermain-main, maka sanksi akan menunggu saudara. Saya tidak ada ampun, kalau ada personel saya yang bermain-main di lapangan saya akan bawa, limpahkan ke Inspektorat," kata Yani di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa 14 November 2017.
 
Yani menegaskan, pihaknya bakal mengenakan PP Nomor 53 tentang Disiplin Pegawai. Satpol PP yang nakal akan diperiksa apakah benar melakukan pungli atau tidak.
 
"Kita doktrin yang melanggar kena risiko, karena kita enggak mungkin mengawasi satu per satu. Ada 4950 anggota Satpol PP," jelas dia.

Baca: PKL Tanah Abang Selalu Dapat Bocoran Razia 

Terkait penertiban Tanah Abang, Yani masih menunggu arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sembari menunggu, pihaknya melakukan penindakan secara persuasif.
 
"Satpol PP masih tetap melakukan pengawasan, sesuai dengan tupoksinya (tugas pokok dan fungsi). Setiap pagi kami siagakan 70 personel di sana dan kita akan perkuat ya," katanya.




(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TANAH ABANG
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 23-11-2017